All posts by Rosi

About Rosi

Rosi Meilani content creator Channel Youtube Rosi Meilani | Citizen Journalist | Guide Jalan-Jalan London & Inggris | Vloger | Blogger | Tinggal di Inggris sejak 2007.

Lebaran di Inggris bersama Vidi Aldiano

Oh.. tiada yang hebat dan mempesona ketika kau lewat di hadapanku biasa saja… 😀
(ayo, sapa yang tau lirik ini?)

Eh, baru kemudian sadar, apakah itu Vidi? Vidi Aldiano?

Dengan kemeja putih ia datang beriringan dengan yang lainnya yang juga berkemeja putih lalu duduk di shaf belakang disela gemar takbir terus berkumandang. Semua jamaah duduk khusuk menikmati saat-saat jelang shalat Id dalam naungan tenda putih nan masif di halaman belakang kediaman Dubes RI di London.

Selang beberapa waktu, ustadz NH menutupnya dengan doa yang membuat jamaah berkaca-kaca. Selanjutnya protokoler meminta jamaah untuk tetap di tempat, sementara itu, bapak Dubes beserta istri, ustadz dan pejabat BI akan menyalami jamaah satu per satu.

Melihat hal itu, Vidi beserta keluarganya berdiri sambil ngobrol santai di barisan paling belakang. Tentu saja saya yang duduk di shaf depan bisa melihatnya dengan jelas. Eh, kamera mana kamera… 😀 tripod juga dong 😉
Segeralah kuhampiri dia.

“Halo Vid, bisa dinganggu bentar?”
Halah, sok akrab de ah! 😛
Dan ternyata, dia tuh orangnya ramah banget.  Obrol-obrol santaipun berjalan lancar.

Vidi yang baru saja mengantongi gelar masternya sengaja travel dari Manchester ke London yang tentunya untuk mendapatkan nuansa Lebaran di negerinya Ratu Elizabeth ini. Ia datang beserta keluarganya. Sambil menghadiri wisuda, sambil liburan, katanya.

Mau tau apa obrolan kami, klik aja link ini dan ini.

Setelah obrol-obrol usai, foto bareng dong…

“Maaf, bisa minta tolong?” tanya saya pada seorang bapak yang posisinya paling dekat diantara kami. Ia pun menyambut permintaan saya dengan ramahnya.

Jepret..jepret! dua kali.

Ealah… belakang saya tau, beliau adalah kakak dari X Mentri itu 😀

Vidi Aldiano kuliah di Inggris

 

Berlebaran di Kediaman Dubes RI di London

Keluarga Dubes RI beserta staf dan pejabat BI
Saya, Dubes RI beserta keluarga dan staf, Ustadz NH dan Pejabat BI

 

Seperti halnya di Indonesia, muslim Inggris merayakan Hari Raya Idul Fitri pada 17 Juli 2015. Dalam kesempatan ini Kedutaan Indonesia di London Inggris mengundang masyarakat Indonesia yang bermukim di Inggris untuk melaksanakan sholat Id di kediaman Dubes RI.

Meski sholat Id akan dimulai pada pukul 9 pagi, sesuai undangan tertulis yang dikeluarkan KBRI London, namun sejak pukul delapan lewat masyarakat Indonesia mulai berdatangan ke kediaman Bapak Hamzah Thayeb ini. Seperti halnya kami yang tiba di sana pada pukul 8.30.

Dari pintu masuk rumah dinas Dubes RI yang tanpa penjagaan, warga yang hendak shalat Id menuju ke halaman belakang Wisma yang sangat luas ini. Tenda putih nan masiv di didirikan di lapangan tenis/lapangan olah raga yang berada di halaman belakang itupun disulap menjadi tempat shalat Id yang mampu menampung sekitar 700 jamaah.

Sementara itu Bapak Dubes RI beserta Minester Councellor berdiri ramah menyambut satu per satu masyarakat Indonesia yang memasuki area tempat shalat Id digelar. Betapa ramah dan hangatnya Pak Hamzah Thayeb dan Pak Eka Aryanto menyambut kami.

Gema takbir terus berkumandang, jamaah terus berdatangan memadati tempat shalat, dari sekian ratus jamaah itu hadir Vidi Aldiono yang kebetulan melintas di depan baris shaf  saya. Ia duduk di barisan shaf terakhir pria yang tak lama kemudian bertambah shaf-shaf lainnya, hingga memadat.

Tepat pukul 9 shalat Id dimulai. Diawali pengarahan tata cara shalat Id, shalat Idpun dimulai penuh kekhusyan. Selanjutnya imam shalat, Ustadz Nurul Huda, yang bisa disebut Ustad EnHa, menyampaikan khotbah yang mengambil tema Idul Fitri dan Penguatan Keluarga. Diakhir khotbah, Pak Ustadz yang didatangkan dari Indonesia inipun menutup doa yang mendalam hingga mampu membuat mata berkaca-kaca.

Setelah rangkaian shalat Id usai, acara berlanjut dengan salam-salaman. Ada yang beda dalam salam-salaman ini. Bukannya masyarakat yang datang berbaris menyalami Pa Dubes beserta Istri melainkan beliau berdua, beserta pejabat BI dan istri, serta Ustadz NH berkeliling menyalami jamaah yang sekian ratus itu. Mulai dari shaf pertama hingga shaf terakhir.

Acara selanjutnya adalah silaturahim masyarakat bersama KBRI london dan Bank Indonesia sambil menyantap aneka sajian menu lebaran seperti ketupat lebaran, rendang, opor dan sebagainya.

Bertempat di halaman belakang wisma dipasang dua tenda putih. Satu untuk makanan utama yang terdiri dua meja parasmanan dan satu tenda panjang untuk makanan kecil, kue lebaran, buah-buahan dan aneka jenis minuman panas dan dingin.

Sajian menu lebaran, kebersamaan dan kehangatan suasana mampu mengobati kerinduan kami, masyarakat Indonesia di Inggris Raya, pada kampung halaman.

Atas nama masyarakat Indonesia, saya haturkan terima kasih kepada Kedutaan RI London dan BI.

Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, selamat hari raya ied fitri 1436 H

Rubrik Backpacker Koran PR

rubrik backpaker koran PR

Udah lama banget nih ngak ngirim tulisan ke media cetak. Sebagai obat kangen, minggu kemarin saya menuliskan pengalaman saya ngabuburit di Kota Birmingham. Dan alhamdulillah dimuat di Koran Pikiran Rakyat, Edisi 12 Juli 2015, Rubrik Backpacker.

Villa Park, Kandang Aston Villa

 

Buat anda penggemar Aston Villa, jika ke Inggris, jangan lupa mampir ke kandang Aston Villa yang bertempat di Kota Birmingham. Klub sepak bola yang berdiri sejak 1874 ini merupakan salah satu pendiri Football League pada 1888.

Hampir semua klub sepak bola Inggris memiliki nama untuk kandang berlatihnya. Jika kandang MU bernama Old Traffordnya, kandang Aston Villa bernama Villa Park. Villa Park merupakan stadion terbesar di Midland Inggris. Sekaligus menduduki urutan ke-delapan  terbesar se-Inggris.

Kesan pertama ketika saya tiba di Villa Park, saya temukan nuansa bangunan tua di bagian atas stadionnya yang didomonasi warna merah bata karena memang materialnya didominasi bata merah, seperti terakota.

Untuk bisa mengunjungi klub yang bermain di Liga Utama Inggris ini Anda bisa menggunakan bus, kereta ataupun menyewa mobil. Jika menyewa mobil, tinggal ketikkan kode pos berikut ini: Villa Park, Trinity Road Birmingham, B6 6HE pada GPS Anda. GPS pun dengan setia mengantar Anda ke stadion sepak bola terbesar di Midland Inggris ini.

Jika hendak menggunakan kereta api, Anda bisa turun di Aston Station atau di Witton Station. Sedangkan jika menggunakan bus, bisa menggunakan bus nomor 7 dan 11.

Sayang, waktu saya berandang ke sana sedang tidak ada pertandingan, sudah sore pula. Dimana Villa Park sudah tutup. Jadi saya tidak melihat bagian dalam stadion yang berusia nyaris 150 tahun alias satu setengah abad ini.

Jika Anda akan bertandang ke sana, perhatikan waktunya. Atmosfernya akan lain, tambah seru, jika sedang ada pertandingan pada saat itu. Jikapun tidak sempat menonton pertandingannya, anda bisa mengikuti tur menjelajahi setiap sudut stadionnya.

Namun, perhatikan pula jadwal turnya. Untuk saat ini tur dibuka di hari Rabu, Jumat dan Minggu. Harga tiket tur di hari kerja dan hari minggu beda. Dua kali lipat. Di hari kerja, tiket dewasa £15 (sekitar Rp. 300.000,-) dan anak di bawah 18 tahun £10 (sekitar Rp. 200.000,-). Sedangkan di akhir pekan, dewasa £30 dan anak di bawah 18 tahun £20. Bedanya, tur diakhir pekan itu plus makan siang dengan sajian tiga menu.

aston vila2