Category Archives: inggris dan ceritanya

Ana dan Fia Bikin Bangga Indonesia di BGT 2016

Britain’s Got Talent atau disingkat BGT adalah ajang pencarian bakat bertaraf internasional. Meski ajang bergengsi yang digagas Simon Cowell sejak 2007 ini berlangsung di Inggris namun BGT membuka kesempatan seluas-luasnya kepada siapa aja yang mau menunjukkan kebolehannya di sini.

Tak pelak kontestannya tak hanya orang Inggris saja, tapi juga ada yang berasal dari negara luar. Sebut saja diantaranya ialah “Attraction”, sebuah shadow theatre group yang berasal dari Hungaria. Hebatnya lagi, grup yang menyajikan drama dengan format bayangan ini terus melaju hingga ke final dan berhasil mengantongi hadiah utama sebesar setengah juta pounsterling atau sekitar 10 M rupiah. Selain itu, berkesempatan tampil di hadapan Ibu Ratu Elizabet beserta keluarga istana di acara  “Royal Variety Performance”. Sebuah acara tahunan yang telah berlangsung sejak 1912. Uwow banget kan?

Makanya, banyak orang yang memiliki talenta ingin tampil di ajang bergengsi BGT ini. Sudah mah terkenal, tak hanya di Inggris, tapi juga di dunia, bisa menaikan karir, bertemu dan bersalaman dengan Ibu Ratu, mengisi acara bergengsi, hadiahnya gila-gilaan. Wah, komplit pokoknya.

Untuk BGT tahun ini kita turut bangga pada salah satu pesertanya. Karena ada Ana dan Fia di sana. Mereka adalah ibu-anak asal Indonesia yang turut bertarung di ajang tahunan ini.

Ana pernah berprofesi sebagai pramugari, pada tahun 2011 ia beserta kedua anaknya pindah ke Essex Inggris. Seperti yang dituturkan Ana pada juri BGT yang tayang Sabtu lalu di chanel ITV, ia pernah mengalami masalah berat dalam kehidupan keluarganya. Namun ibu anak ini harus kuat dan saling menguatkan. Nah, hal-hal seperti inilah yang bikin juri leleh. Terlebih ketika keduanya beraksi.

Wow.. suara Ana berkarakter kuat, penjiwaan keduanya saat bernyanyi dalam banget. Tak heran mereka berhasil pukau penonton. Baik yang berada di lokasi maupun yang menonton lewat layar TV. Bahkah mereka sampai standing applause. Termasuk Simon Cowell dan ketiga juri lainnya. Padahal biasanya Simon Cowell itu jutek, pelit pujian bahkan sering kali kasih komentar pedas yang tak jarang peserta sakit hati dibuatnya. Tapi buat Ana dan Fia, ia dan ketiga juri lainnya standing applause. Keren banget kan?

Sabtu kemarin itu adalah penampilan babak pertama mereka. Doakan mereka, semoga mereka terus melaju hingga ke babak final. Semoga Tuhan mengabulkan doa kita semua. Aamiin.

Bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di Inngris yang sering wara-wiri hadir di acara besar seperti yang diselenggarakan KBRI, seperti halnya saya, tentunya nama Ana sudah tak asing lagi di telingga. Karena wanita berusia 43 tahun yang bernama lengkap Ana Aldiana ini kerap bernyanyi menghibur kami. Salah satunya ialah saat perayaan HUT RI yang ke-70 tahun 2015.

Ana dan Fia menyanyikan beberapa lagu yang berhasil menghangatkan suasana perayaan agustusan tahun lalu itu. Segala jenis lagu bisa Ana bawakan. Mulai dari Pop, Rock and Roll, yang mellow seperti lagunya Whitney Houston hingga lagu “Rek Ayo Rek” bisa ia bawakan dengan apiknya. Pokonya mba Ana ini penyanyi komplet. Segala bisa. Multi talent. Semoga kalian berdua bisa menjadi pemenang BGT 2016!

Mau lihat penampilan keren mereka? ini dia video-videonya…

 

 

Indahnya Hamparan Daffodil (Jelmaan Pria Tampan, Narsissus)

Jika bermekarannya sakura di Jepang menjadi penanda datangnya musim semi. Maka musim semi di Eropa khususnya Inggris, ditandai dengan mulainya bermekaran bunga daffodil.

Daffodil dikenal juga dengan sebutan bunga narsissus. Menurut mitologi Yunani, bunga narsissus ini penjelmaan dari seorang pria rupawan.

Ketampanannya itu membuat ia mencintai bayangannya sendiri. Sering kali hari-harinya ia lakukan dengan bercermin di beningnya permukaan telaga yang kemudian  berujung kematian Lalu narsissus menjelma menjadi bunga berwarna kuning dengan posisi kelopaknya menunduk.

Ada pula versi lainnya. Konon katanya narsissus terlahir kembar. Saudara kembarnya perempuan. Mereka memiliki wajah serupa. Mereka jatuh cinta. Cinta terlarang tersebut  berakhir dengan meninggalnya si saudara kembarnya yang perempuan itu.

Untuk melampiaskan rindu pada kekasihnya, narsissus menghabiskan waktunya dengan bercermin di telaga seolah kekasihnya yang juga saudara kembarnya itu menatap ia.

Sama seperti versi pertama, narsissus mati dan menjelma menjadi bunga narsissus atau di Inggris terkenal dengan sebutan bunga daffodil.

Itu hanyalah sebuah mitologi di masa lampau. Entah benar atau tidak, yang jelas keindahan bunga daffodil sangat dinanti bagi mereka yang tinggal di Eropa, khususnya Inggris. Karena dengan bermekarannya bunga kuning nan cantik ini sebuah pertanda  musim semi tiba.

Di inggris, tepatnya di gloucestershire ada kawasan golden triangle. Dinamakan demikian karena di area tersebut mengguning (oleh daffodil) saat musim semi tiba. Area golden triangle ini luasnya sekitar 20 hektar. Dimana 8,8 hektarnya merupakan kawasan hutan lindung  “betty daw’s wood  nature reserve”.

Sisi keindahan Kota Gloucester lainnya bisa dilihat di sini:

Kota Tua Gloucester, Inggris

Uniknya, daffodil yang tumbuh liar di hutan ini merupakan daffodil jenis langka, asli Inggris. Dimana bentuk dan warnanya berbeda dengan daffodil yang diperjualbelikan.

Daffodil liar ini bentuknya lebih kecil, warnanya lebih kuning, dan kelopak bunganya lebih menunduk. Semenunduk narissus di cermin telaga.

Karena kelangkaan jenis daffodil ini maka daffodil yang ada di kawasan hutan lindung ini tidak boleh dipetik/dirusak dan harus dijaga kelestariannya.

Keindahan hamparan daffodil liar di hutan lindung Betty Daw’s mampu menarik minat wisatawan untuk datang ke sini. Banyak warga lokal yang rutin datang menikmati keindahan hamparan daffodil liar ini. Banyak pula pengunjung yang sengaja datang dari luar kota. Seolah tak ingin melewatkan keindahan hamparan daffodil liar yang menyambut datangnya musim semi.

Artikel menarik tentang Gloucester lainnya lihat di sini deh! Tau JK Rowling? Masa kecilnya dia pernah di sini loh. Makanya Katedral Gloucester, Tempat Shooting Harry Potter

Untuk memasuki hutan lindung seluas 8,8 hektar ini pengunjung tidak dikenai biaya masuk. Kebetulan saat kami (saya dan suami) ke sana, berjumpa dengan beberapa pasang suami istri, pun beberapa keluarga, tak lain hanya untuk menikmati romantisme dan keindahan si si golden triangle ini. Salah satunya saya bertemu dengan Mr & Mrs Dore. Dimana suaminya Steve Dore yang penghobi photografi itu sempat saya wawancarai untuk keperluar video Citizen Journalist. Teuteup… ogah rugi 😛

Jalan-jalan.. jalan-jalan.. berduaan.. berduaan, romantis.. romantisan ujung-ujungnya punya misi kudu jadi video CJ heuheuheu… fulus gitu loh 😛

Mau lihat penampakkan hamparan bunga daffodilnya? Ini dia!

Wakil Dubes RI Untuk Inggris Bermain Gamelan di BIS Gathering 2016

Untuk yang kedua kalinya Bristol Indonesian society (BIS) atau perkumpulan orang Indonesia di Kota Bristol mengadakan gathering dimana tema yang diangkat pada tahun ini ialah “Indonesian Iconic Dishes and Folk Tales”.

Gathering yang berlangsung di Trinity Centre Bristol ini dibuka oleh Deputy Chief of Mission (DCM) atau dalam Bahasa Indonesianya “Wakil Kepala Perwakilan RI” disingkat WAKEPPRI yang artinya sama dengan Wakil Dubes RI untuk Inggris dan Irlandia, Ibu Anita Lidya Luhulima. Serta menghadirkan tamu kehormatan, Lord Mayor of Bristol, Clare Campion Smith.

Ada banyak stand makanan yang sangat beragam dalam event ini. Mulai makanan dan minuman siap santap seperti gudeg, sate, balado, rendang, nasi kuning, es campur dll. Juga dijual sayuran mentah, seperti nangka muda, petai dll. Serta aneka groceries seperti kerupuk dan berbagai jenis bumbu dapur dan masih banyak lagi.

Adapun folk tales atau cerita rakyat yang diangkat ialah dongeng Bawang Merah Bawang Putih, Timun Mas serta Lutung Kasarung. Menariknya dongeng cerita klasik ini dituturkan  dalam bahasa Inggris, oleh warga Inggris dengan penuh ekspresif. Selengkapnya ada di ulasan berikut ini:

Warga Inggris mendongeng Bawang Merah Bawang Putih di Bristol Inggris

Keseruan acara yang berlangsung dalam cuaca yang cukup hangat di musim semi ini tak hanya itu saja, tapi juga dimeriahkan oleh pertunjukan seni budaya Indonesia. Seperti tarian tradisional yang dibawakan oleh warga Indonesia yang telah lama bermukim di Inggris bahkan terlahir di Inggris. Seperti tari rebana dari Aceh yang dipersembahkan oleh adik-adik kita usia TK-SD. Dimana sebagian dari mereka lahir di Inggris dari ibu/bapak berdarah Indonesia.

Tak ingin kalah dengan anak-anak, ibu-ibunya pun tak ikut berpartisipasi menyajikan tarian Anging Mamiri. Dimana para penarinya merupakan WNI yang telah lama bermukim di Bristol, tenaga profesional serta seorang dosen yang tengah study S3 di Bristol.

Masih banyak sajian menarik lainnya, diantaranya pertunjukan gamelan yang dimotori oleh orang Inggris. Unik ya? orang Inggris memainkan gamelan pada sebuah pertunjukan yang ditonton oleh orang Indonesia 😀

Di sesi workshop pimpinan grup gamelan mengajak audience untuk ambil bagian. Pelajaran super sangat kilat inipun tidak disia-siakan oleh orang Indonesia yang hadir saat itu. Beberapa studen PPI Bristol ikut ambil bagian, kerennya lagi, Ibu Anita Luhulima selaku Wakil Dubes RI untuk Inggris dan Irlandia tanpa canggung ambil posisi di bagian kendang 😀 Keren deh! Dengan luwes penuh penghayatan, beliaupun nge-blend menyajikan harmoni musik gamelan nan klasik.

Ibu Anita Luhulima, Wakil Dubes RI

Ibu Anita, Wakil Dubes RI untuk Inggris dan Irlandia bergabung dalam pertunjukan gamelan.

BIS Gathering tak hanya dihadiri oleh Warga Negara Indonesia saja tapi juga banyak dihadiri oleh orang lokal (bule) juga banyak dihadiri oleh saudara-saudara kita Warga Negara Timor Leste. Kebetulan pula mereka ikut memeriahkan acara kami dengan menyajikan beberapa tarian Timor. Mau lihat seperti apa tarian-tarian mereka di BIS Gathering tahun lalu? Intip di sini!

NET_CJ Bistrol Indonesian Society

Seperti halnya BIS Gathering tahun lalu dan seperti biasanya jika kami berkumpul, rasanya enggan langsung bubar jalan. Meski secara resmi gathering ditutup oleh Ibu Ketua BIS, Enggi Holt, namun masih ada sajian pertunjukan tambahan yang dilakukan secara spontan.

Dan inilah cuplikan kegiatan BIS Gathering 2016.

Tayang NET10 Hari ini, 9 Mei 2016

N10. N58Rosmel. 09052016.

 

Warga Inggris mendongeng Bawang Merah Bawang Putih di Bristol Inggris

Sabtu 7 mei 2016 bertempat di Trinity Centre Bristol, Inggris, berlangsung acara Bristol Indonesian Society (BIS) Gathering. Sebuah acara yang digelar oleh perkumpulan orang Indonesia yang bermukim di kota Bristol dan sekitarnya untuk memperkenalkan budaya Indonesia lewat kesenian, makanan serta dongeng.

Dongeng? Ya, dongeng! dongeng alias folk tales atau cerita rakyat ini merupakan salah satu bagian yang tidak bisa dilepaskan dari Indonesia. Betapa banyak dongeng/cerita rakyat (Indonesia) dari Sabang sampai Merauke yang kita miliki. Yang masing-masing cerita bermuatan lokal tersebut memiliki pesan moral yang sangat baik untuk disampaikan kepada anak-anak. Sehingga pelajaran baik dan buruk dari sebuah dongeng bisa dengan mudah sampai pada pemikiran anak-anak tanpa menggurui.

Dengan kekuatan folk tales Indonesia inilah BIS Gathering berusaha menarik perhatian warga Inggris akan Indonesia. Bahwa Indonesia tidak hanya terkenal akan makanannya yang enak dan sangat beragam. Tidak hanya karena keindahan alamnya. Tidak hanya karena kekayaan seni budayanya. Tapi ada hal lainnya yang  Indonesia miliki sebagai salah satu daya tarik yang bisa dimunculkan dan diperkenalkan kepada orang asing, yaitu dongeng.

Dalam kesempatan BIS Gathering ini ketua BIS berhasil mendatangkan pendongeng yang tentunya orang Inggris, bernama Louis Mc Kenzie yang kebetulan seorang guru drama. Dengan sangat ekspresif Louis Mc Kenzie mendongeng bawang merah bawang putih dihadapan para pendengar cilik, abg, orang tua, bahkan oma opa yang hadir pada saat itu, tak hanya orang Indonesia, tapi juga warga lokal (orang Inggris).

Dengan seksama audience larut dalam dongeng tersebut terlebih anak-anak berdarah Indonesia namun lahir dan besar di Inggris. Mungkin pula sebelumnya mereka belum pernah mendengar cerita bawang merah bawah putih dari orang tua mereka sendiri yang notabene orang Indonesia. Lucu juga ya? mereka mendengarkan dongeng Indonesia dari mulut orang Inggris 😀

Tak hanya dongeng bawang merah bawang putih, di sesi berikutnya Louis Mc Kenzie mengangkat judul Timun Mas dan Lutung Kasarung. Menurut Louis cerita rakyat (Indonesia) memiliki kekuatan sejarah, budaya, tradisi, kedalaman makna, sarat pesan moral serta kearifan lokal yang sangat kental. Oleh karena itulah ia sangat tertarik sekali akan dongeng yang Indonesia miliki. “Adalah suatu kehormatan besar bagi saya untuk bisa berpartisaipasi dalam acara yang sangat keren ini,” begitu yang disampaikan oleh Louis Mc Kenzie kepada penulis.

“Kalian tau gak sih? bahwa kebudayaan kalian itu sangat luar biasa! termasuk cerita-cerita rakyat seperti ini,” begitu lebih lanjut ujar pak guru drama yang saat itu memakai ikat kepala ala orang Indonesia.

Lihatlah Louis, betapa ia begitu terkesan, tertarik, menghargai dan sangat menyukai dongeng/cerita rakyat Indonesia. Apa kabarnya kita? Dongeng apa saja yang telah Anda sampaikan kepada anak-anak kita tercinta? Bukankah dari setiap dongeng itu memiliki kedalaman makna, pesan moral, pembelajaran dan nilai-nilai positif lainnya? 😉

Mau baca-baca cerita anak karya saya yang telah dimuat di Majalah Bobo yang keren itu? Mari merapat ke link ini 😉

Inilah dia ketika Louis  mendongeng dihadapan para audience, anak-anak hingga oma opa, WNI juga WNA 😀

BIS Gathering tayang di NET TV

Beginilah aksi Louis McKenzie di depan audience termasuk ibu Wakil Dubes RI untuk Inggris dan Irlandia, Ibu Anita Luhulima.

Artikelnya bersambung ke sini:

Wakil Dubes RI Untuk Inggris Bermain Gamelan di BIS Gathering 2016

Silakan kunjungi juga website BIS di link berikut ini.

Video selengkapnya bisa dilihat di sini.