Category Archives: Keluarga Indonesia di Inggris

Gak Espek, 99,9% Penumpang Pesawat dari Inggris Adalah Jamaah Umroh!

Sebelum membaca artikel ini disarankan untuk membaca part satunya di rosimeilani.com di link berikut ini (klik aja).

Sebelumnya saya sudah ceritakan persiapan awal umroh semi mandiri. Kenapa semi mandiri? Karena dari UK semuanya di-arrange sendiri. Setibanya di Jeddah semuanya dihandle oleh travel agent langgananku.

Oiya kilas balik dikit, sebetulnya rencana umroh ini saat ramadan tahun lalu. Karena telah terjadi tragedi batin yang perlu healing 😀dan alasan lainnya ada sisa cuci beberapa hari yang harus diambil daripada hangus. Jadi pada saat itu aku ingin melarikan diri. Melarikan diri dari hati yang hancur berkeping wkwkkk.. (sekarang bisa ketawa, waktu itu berderai air mata) anjay… 😀

Setelah kuutarakan niatku, suami setuju. Akhirnya cari info travel umroh dari Inggris. Browsing sana-sini, kok rasanya gak yakin, apalagi model iklan online yang gak tau based kantornya dimana. Pernah kami jabanin ke tkp di Milton Keynes. Kok ga ketemu gedung yang dimaksud.

Kemudian kami ke Luton. FYI Luton adalah salah satu kota di Inggris yang populasi muslimnya terbanyak selain birmingham. Yang mau kepoin, artikel/ youtube/ video tentang dua kota ini bisa kalian cari di rosimeilani.com, instagram aku @rosimeilani.rosmel atau youtube aku Rosi Meilani.

Balik ke cerita, masuklah kami ke salah satu travel agent yang ada di burry park. Obrol-obrol, deal £800 per orang. Kurang lebih 18 jutaan lah. Tapi cuman buat tiket dan hotel. Beda dengan travel dari Indo yang plus makan sehari 3 kali, transport kesana-kemari, mutawwif, bimbingan, kajian bersama ustad dll.
Hmm.. gimana ya..
Ya udah deh gak apa-apa. Nanti kita hire and booking yang lain sebagainya itu.

Ketika mau deal kami kasih tahu pasporku Indonesia.
YA.. ga bisa, katanya. Waktunya mepet banget. Visa Indonesia beresnya sekitar semingguan, sementara saat itu jelang seminggu lebaran juga kalau ga salah. Intinya BATAL!

Aku sedih.. Hati hancur berkeping, mau nyari obat spiritual tapi Allah belum kasih ijin, jadinya kami healing ke Maroko. Mengejar Lebaran disana. Ceritanya akan aku share lain kesempatan, InsyaAllah.

Balik ke cerita umroh yang kemarin itu. Semuanya udah deal. Tiket pesawat udah dapat. Pembayaran ke travel agent di Bandung, beres. Tektek bengek done. Tinggal ciou…

Nginep sehari di hotel dekat Airport

Seperti yang kuceritakan di artikel sebelumnya, hanya opsi itu yang bisa kami ambil. Penerbangan dari Gatwick. Lokasinya lumayan jauh dari rumah kami. Kalau penerbangan dari Luton atau Heathrow biasanya kami pakai taxi. Gatwick lebih jauh lagi. Kalau pakai taxi £120 atau sekitar 2,7 jt IDR (sekali jalan) kalau PP kali 2 aja. 

Kami putuskan bawa mobil sendiri. Efeknya kami harus bayar parkir harian di Airport yang juga sama mahalnya. Akhirnya, opsi ketiga kami ambil. Cari hotel di dekat bandara.
Visual vidoenya ini,klik aja!
Disana kita bayar parkir (included). Nemulah £150. Lumayan kan? Dapat hotel dan parkir. Setidaknya kami bisa istirahat dulu sebelum flight. Hotelnya bagus, parkiran luas dan aman karena memang yang parkir disini mereka yang mau pada flight, videonya ada di IG aku @rosimeliani.rosmel berikut ini klik linknya (klik aja)

Penerbangan Asing, Miqot dan Ganti Ihram dimana?

Ketika manasik dan tanya jawab dengan ustad saya melakukannya secara online. Pertanyaannya ialah: Dimana batas miqot kami dan kapan suami saya mulai mengenakan kain ihrom? Berbeda dengan jemaah dari Indo yang selalu diumumkan pilot saat memasuki tempat miqot, buat kami belum tahu. 

Dengan pertimbangan penerbangan asing (dari Inggris), kemungkinan besar pilot tidak akan memberitahukan hal tsb dan mungkin juga para pramugari merasa aneh ketika suami saya memakai kain ihrom, jadi opsinya adalah, ada beberapa, A, B dan C.

Sesudah menginap semalam di hotel, besoknya kami pakai shuttle bus ke bandara. Busnya besar dan bagus, meskipun penumpangnya 1-2 bus tetap jalan sesuai jadwal, setiap setengah jam. Saat itu hanya kami berdua. Visualnya klik ini 

Tiba di bandara, menunggu agak lama, kami sempatkan makan dulu. Rasa excited melakukan perjalanan ini bersama suamiku tercinta.  Ada rasa awal perjalanan spiritual yang akan menyenangkan. Link visualnya disini umroh mandiri dari inggris

Check-in nya cepat, karena kami Premium, membawa cabin 7 kg masing-masing dan hand bag yang gak begitu gede. Selanjutnya boarding.
Sumpah! Gak nyangka! Saat boarding memasuki jam sholat, mostly para penumpang pada pergi ke pojokan ruang. Lah mau ngapain. Ada yang sendiri-sendiri. Ada yang sekeluarga, ada yang berkelompok. Mengelar kain/sajadah. Masya Allah.. Mereka sholat. Banyak diantara mereka yang langsung memakai kain ihrom. Oh…

Aku sama suami celingukan. “Apa aku pakai ihrom sekarang juga ya?” tanya suamiku.
Antara iya apa engak, iya apa enggak, eh keburu announcement dipersilakan masuk pesawat. Oyaudah, naik…

Pesawat Riuh
Memasuki pesawat riuh. Apa yang bikin riuh? Ternyata banyak penumpang yang pergi berkelompok. Ada keluarga kecil, ada keluarga besar. Bahkan yang sebelahku pergi ber-13 orang. Ibu, bapak, anak, mantu, cucu. Tujuannya kemana? Sama! Semua jemaah umroh. Masyaallah! Pembagian tempat duduk salah satu yang bikin riuh haha.. Kan di tiket udah ada nomor seat masing-masing, tapi ada yang pengen dekat siapa dengan siapa, jadi udah kayak tour RT pake bus gitu heuheu.

Semua udah duduk manis. Pesawat mengudara dengan mulus. Setelah pesawat mengudara dengan tenang dan sabuk pengaman dilepas bebas, penumpang kembali riuh tapi tidak terlalu. Gak hanya berbahasa Inggris, sebagian berbahasa pakistan, mungkin juga bangladesh, terutama yang generasi tuanya.

Bungkusan kecil di estafetkan. Dari beberapa itu bungkusnya aku apal banget.  ehmm.. Lidl! Ada yang bagi-bagi croissant seperti kesukaanku dll. Ada yang bagi-bagi crips dan makanan lainnya. Kan, jadi tambah persis tour RT ke pangandaran pake bus sewaan hahah..

Belakangang aku tahu karena penerbangan budget ini gak termasuk meal. Baiklah…
“Mau, sis?” penumpang sebelahku nawarin.
Tidak, terima kasih, kataku. 

Tak lama tercium aroma mie instan, ternyata, trolley makanan menghampiri.
“Mau pesan sesuatu?” tanya seorang pramugari.
Ada apa aja kataku? Ternyata eh ternyata, mereka cuman modal makanan instan, plus termos panas. Mie cup, pasta instant, minuman instan dan sejenis instan lainnya.
“Pesen yuk!” tanya suamiku.
Walaupun gak lapar-lapar amat, “OK!” jawabku.
Aku pasta, dia noodle, sama minuman yang semuanya instan itu.

Asli, perlu nunggu lama untuk menyantap mie dan pasta yang cuman diseduh air termos itu. Sempat mau minta tolong pramugarinya untuk masukan dalam microwave tapi dianya riweuh, gak jadi deh!
Pesannya, kalau pakai budget airlines gini jangan ngarep dapat makan enak.

Pantesan si bro n sis itu pada bekel makanan sendiri. Itu udah bener sih. Tadinya sempet kupikir, idih kayak emak-emak RT mau tour ke pangandaran, tapi itu udah bener sih 😀

Di lur ekspektasi, Announcement itu!
Sesudah kondisi kondusif, satu-persatu brother ke toilet pada ganti kain ihram. Lirik-lirikan sama suami, “Apa aku ganti sekarang?” tanyanya.

Hmm.. karena kita juga gak tahu ini udah memasuki batas miqat belum. Nanti ajalah toh, toiletnya penuh, orang keluar masuk. Kita tunggu agak lenggang. Tunggu punya tunggu kok gak berenti-berenti orang pada ganti ihram. Bahkan penumpang seberangku yang kupikir non muslim juga udah pakai ihram. Perempuan sebelahnya pun masuk pesawat tidak berkerudung, saat itu beliau sudah memakai baju muslim dengan dengan sangat rapi. MasyaAllah!

“Ayo pap, buruan ganti!” kata aku teh.
Tak lama, pilot memberi tahu, kurang-lebih narasinya, “Anda memasuki kawasan untuk miqat,”

Wah, gak espek sih! Kami mengucapkan niat berumroh dalam hati. Eh penumpang lain ada yang berniat umrohnya dengan suara agak dikeraskan. Oh, itu yang rombongan-rombongan itu kemungkinan besarnya. Masya Allah.. Pengalaman yang sangat mengesankan.

Penumpang yang ketika masuk dengan berbagai jenis pakaian berbeda. Saat itu sudah berubah putih, bagi brothers nya, dan pakaian muslim rapi semua sisternya.

umroh dari inggris

 

Pemandangan turun dari pesawat

Yang mau lihat visualnya seperti apa, bisa intp di IG aku @rosimeilani.rosmel khususnya link ini.

Pesawat mendarat dengan mulus. Satu persatu penumpang menuruni tangga pesawat. MasyaAllah.. Vibenya.. Kita udah kayak rombongan jamaah umroh dalam satu keluarga besar. Padahal saat naik pesawat kita tidak saling kenal. Ketika kita turun, kita jadi tahu, kita satu keimanan, kita satu tujuan, Baitulah!

Ceritanya masih panjang dan akan terus bersambung. Pantengin terus tulisanku di rosimeilani.com semoga aku istiqomah rajin nulis untuk berbagi cerita dan memberi manfaat kepada orang lain, silakan tulis komen di bawah kalau ada pertaanyan atau apapun itu.

Umroh Dari Inggris, Umroh Mandiri? Pake Travel Indonesia?

umroh mandiri dari inggris
umroh mandiri dari inggris gabung travel indonesia9

Umroh Dari Inggris, Umroh Mandiri? Pake Travel Indonesia?

Dulu ketika Mama Mertuaku berhaji beliau bilang,
“Saat thawaf wada, mamah panggil semua orang tercinta agar bisa melakukan apa yang mamah lakukan, tawaf. Baik haji ataupun umroh dulu. Suami, anak, mantu, cucu, semuanya di “kum” keun.”

Selang beberapa tahun, doa itupun diijabahi. Tahun 2016 aku ke tanah suci. Inginnya bersama suami, tapi beliau belum siap. Berdalih inilah itulah, kerjaanlah, sibuklah. Hikmahnya bisa mengajak bapak sebagai mahramku. Undangan ini tak pernah beliau bayangkan sebelumnya.

Saya posisi di Inggris, bapak posisi di Bandung. Akhirnya saya pilih trip bolak-balik.
London – Transit Timteng, Indonesia.
Indonesia – Jeddah.
Jeddah – Indonesia.
Indonesia – Transit Timteng – London.
Mayan juga ya? Padahal kalau saya langsung umroh, hitungannya setengah perjalanan ke Indonesia. Tapi karena ini pengalaman pertama bapak naik pesawat jadi saya ingin memastikan bapak merasa aman dan nyaman.

Kami memilih travel umroh yang terpercaya, based di Bandung. Jadi saya bisa mendelegasikan adik untuk urus semua dokumentasi, pembayaran dan segala printilannya.

Penerbangan dari London tiba di Bandung, selang beberapa hari, Manasik di hotel bintang 5. Selang beberapa hari, perjalanan umroh pun dimulai. Total sembilan hari. 4 hari Madinah, 4 hari Mekah. Perjalanan spiritual yang menjejakan kesan mendalam. 

Sama halnya seperti MaMerku, saat tawaf wada (tawaf perpisahan), aku mohon pada Allah kiranya aku dipanggil kembali, pun suami, anak, cucu, mantu, keturunanku, di “kum” keun termasuk semua keluarga besar agar bisa ke Baitullah.

Selang 9 tahun Allah mengijabahi. Kali ini aku sama suami, akhirnya! Sebagai hadiah ulang tahun dariku untuknya, alhamdulillah. 

umroh dari inggris

Sebenernya ini ide dadakan. Aku memilih travel umrah yang sama. Gegara advert travel tsb lewat di beranda sosmedku. Hmm.. boleh juga kataku.

Aku colek ownernya yang kebetulan kenal baik. Masih ada slot kah? Masih keburu kah? Soalnya waktunya mepet banget. Saya liat advertnya Oktober. Keberangkatannya November. Teknisnya gimana? Itungannya gimana? Karena kami keberangkatan dari Inggris treatment dan biayanya tentunya beda dengan keberangkatan jemaah dari Bandung.

Singkat cerita DEAL!
saya confirm ke suami,
”Jadi say..” 

Ini link videonya, klik aja linknya, the best b’day present ever I’ve gave to him

Wah banyak PR yang harus dikerjakan nih.
Apa dulu yang harus di kerjakan?

Pertama, Apply Visa
Caranya?

Sebetulnya kita bisa apply visa online sendiri. Tapi karena kami pergi bersama rombongan jamaah dari Bandung, ya sudah, Travel umroh tersebut yang arrange semuanya. Passport difoto, dikirimkan. Done! 

Next, apalagi?
Syarat apply visa adalah melampirkan sertifikat vaksin.
Ok!

Selanjutnya, nyarii slot vaksin di apotek terdekat.
FYI suntik vaksin di Inggris bisa di NHS/GP alias klinik/RS/Puskesmas Inggris.
Bisa juga di farmacy kalau di Indo mah, apotek gitulah.

Kami perlunya secepat mungkin, tapi kami gak bisa ujug-ujug datang gitu aja alias walk in. Dulu waktu umroh pertama di Indonesia, aku langsung datang aja, gak usah pake appointment. Tapi antrinya Ya Allah.. Lama banget. Pake nomor antrian sampe ratusan. Yang vaksin gak hanya orang lokal, tapi juga dari luar kota Bandung. Bisa dijadikan tolak ukur segitu banyaknya calon jamaah umroh di Indonesia. Itu pengalamanku dulu, entah sekarang.

Balik ke Inggris, di NHS gak bisa dalam waktu dekat. Satu-satunya cara yang cepat adalah farmacy/ apotik. Tetep.. Itu pun harus appointment.

Saya cari slot di apotek terdekat dalam waktu yang paling dekat. Gak nemu. Harus nunggu beberapa hari bahkan minggu. Saya lebarkan radius pencarian. Hore, akhirnya nemu. Tapi jauh di kota sebelah. Jam kerja pula, ya sutra la ya.. Jadwalnya buat besok hari.

Vaksin apa? Katanya kalau dari Indonesia vaksin meningitis dan folio. Kalau dari UK?

Nah ini, aku kurang yakin. Akhirnya aku nanya besan angkat (besan angkat? ah panjanglah ceritanya, nanti aja ini mah diceritakan lain kesempatan).

Jadi, wajibnya mah cuman miningitis aja. Tapi beliau waktu itu plus vaksin flu juga ada optional vaksin lainnya. 

Tapi kan wajibnya mah meningitis yes?
Iyes. ya udah yang itu aja.
Soalnya vaksin di sini mahal, haha..

Oiya tarif vaksin di tiap tempat juga beda-beda. Entah karena tingkat urgensinya, entah jenis vaksinnya, entah karena swasta atau negerinya. Entahlah.
Singkat kata, vaksin! Hasilnya hari itu juga via email.

Persyaratan Visa done!
Next?
Apply Cuti, maklum kaum gajian
Si Papih mah gak masalah, asal kerjaan beres, kapanpun bisa holiday. Aku bilang manager mau umroh, langsung acc kok.

Next?
Apply Tiket Pesawat
Nah ini agak tricky.
Keribetan umroh mandiri dan gabung sama travel Indonesia salah satunya ini karena kita harus nge-pas-kan waktunya. Maskapai apa? Terbangnya dari mana? 

London punya empat airport. Beda maskapai penerbangan, beda keberangkatannya, beda waktunya pula. Setelah dipilih dan mencocokan jam kedatangan di Jeddah, akhirnya kami pilih penerbangan Wizz, terbang dari Gatwick, budget ticket aka murmer. Tapi karena yang memungkinkan yang ini, ya sudah la yah.. 

Next, Kain Ihram
Semua keperluan dan perlengkapan umroh sudah diatur oleh travel. Kecuali kain Ihram untuk suami karena kami memasuki area miqat yang berbeda. Ya sudah kami beli di Amazon. Done!

Next, Apalagi?
Hmm..
Kayaknya itu aja sih, tinggal nunggu visa beres. Karena hotel plus makan 3x sehari, transport selama makah madinah dan lain sebagainya sudah termasuk peket biaya umroh.

Jadi, kami bayar berapa?
Kami bayar paket umrah minus biaya-biaya yang kami keluarkan.


 Buat kamu yang mau lihat visualnya seperti apa? Bisa mampir ke Instagram aku @rosimeilani.rosmel, dan ini salah satu video umroh kemarin, klik linknya

Bersambung ke artikel berikut ini,

 

         

Keluarga Indonesia di Inggris (4), Kuliah Gratis di Inggris, Kerja di Inggris, Biaya Hidup di Inggris

 

Di postingan sebelumnya saya sudah ulas tentang kuliah di Inggris dan dunia kerja di Inggris, di postingan kali akan membahas beberapa hal. Diantaranya, kuliah tanpa biaya di Inggris. Maksudnya kuliah tanpa biaya gimana? Selengkapnya nanti bisa disimak disini:

kuliah di Inggris tanpa keluar uang

Kuliah tanpa biaya dengan syarat ketentuan berlaku. Yaitu bagi mereka Warga Negara Inggris dan Permanent Resident. Detail keterangannya ada di video tersebut.

Selain mahasiswa bisa kuliah tanpa biaya, juga biaya hari-hari seperti uang sewa rumah, uang makan, uang transport dan lain sebagainya pun ada jatahnya dari pemerintah.

Obrolan saya dengan narasumber orang indonesia yang kuliah di Inggris inipun menjelaskan bagaimana caranya kuliah di Inggris.

Setelah lulus kuliah, narasumber saya ini sekarang kerja di Kota Bristol. Ia memaparkan biaya hidup di Inggris itu seperti apa? Berapa gaji di Inggris. Berapa potongan pajak di Inggris, berapa biaya listrik, dan biaya-biaya hidup lainnya di Inggris.

Video lengkapnya kalian bisa pantengin video berikut ini:

Kisah para diaspora muda lainnya yang kuliah dan kerja di luar negeri bisa ditonton disini:

 S1 ITB, S2 lulusan Inggris ini kerja di oil company Inggris

S1 di Indonesia, S2 di Inggris, kerja di London

Sedari SMA dapat beasiswa, S1 di Turki, kini sukses punya restoran di Turki

Keluarga Indonesia di Inggris (3), Anak Muda Indonesia Kerja di Inggris

Di postingan sebelumnya saya ceritakan awal mula kami keluarga Indonesia tinggal di Inggris. Membawa anak-anak yang masih kecil-kecil. Nah sekarang bocah-bocah tersebut telah tumbuh besar menjadi diaspora muda Indonesia. Ya, diaspora muda, karena ia generasi kedua setelah belasan tahun lalu bapaknya membawa anak-anak ini merantau di negeri Inggris.

Namanya Shiela, terlahir dari ibu bapak orang Indonesia tapi masa kecilnya, tumbuh besar sekolah hingga kuliah di Inggris. Kini kerja di Inggris pula. Setelah lulus kuliah tahun 2017, 4 pekerjaan pernah ia lakukan. Mulai dari berjualan burger, jadi chef di restoran sushi, jadi desainer landscape, sekarang jadi desainer sebuah perusahaan internasional di Inggris.

Menamatkan SD di sebuah SD Negeri di Bandung dekat rumahnya, SMP Negeri di Bandung, lalu kelas dua pindah ke Inggris, disana menamatkan SMP dan SMA yang menyatu dengan sebutan secondary school. Lalu melanjutkan college sebagai syarat masuk universitas. Yang semula rencana 2 tahun tapi kemudian nambah setahun. Sampai ditahap itu semua pendidikan tersebut gratis. Ya, semua itu sekolah di Inggris gratis.

Semua kisah diaspora muda indonesia di inggris tersebut dipaparkan shiela di channel youtube rosi meilani. Shiela membahas dunia kerja di Inggris. Bagaimana dulu ia memulai semuanya dari bawah. Keluar rumah saat usia 18 tahun. Hal ini lumrah dilakukan orang Inggris. Karena masuk universitas di luar kota. Semua keuangan mengatur sendiri tanpa bantuan orang tua. Sejak keluar rumah terbiasa mengatur keuangan sendiri sehingga terbiasa kerja, jadi tukang burger dengan gaji perjam £10 pun ia jalani.

Pengalaman kerja di Inggris di Inggris dipaparkan Shiela, betapa ia harus kerja keras jadi chef di sebuah restoran sushi dengan pola kerja shif. Tak jarang ia harus pulang malam karena shif terakhir hingga tutup restoran. Keluar kuliah tak lantas menemukan kerjaan sesuai bidang pendidikan yang ia jalani. Saat kesempatan itu ada, gaji yang ditawarkan tak sesuai harapan, di London pula, sebuah kota dengan biaya hidup yang tinggi. Maka ia menolaknya dan akhirnya bekerja sebagai desainer landscape di sebuah perusahaan yang tak besar. Tapi semua itu merupakan batu loncatan hingga akhirnya kini memiliki pekerjaan bagus di Kota Bristol. Kota impian yang sedari dulu ia dambakan bisa tinggal di kota ini.

Video selengkapnya sharing pengalaman kuliah dan pengalaman kerja di Inggris tersebut ada disini:

Untuk part keduanya bisa ditonton disini:

Kuliah di Inggris, Dunia kerja di Inggris, Biaya Hidup di Inggris

Yang belum subscribe dan follow sosmed saya silakan klik link dibawah ini: Instagram Rosi Meilani
Instagram Vlog Rosi Meilani
Facebook Rosi Meilani
Youtube Rosi Meilani