Category Archives: wisata kuliner

Wow, Fish & Chips di Manchester Ini Telah Ada Sejak 1860

fish & chips makanan khas inggris

Fish and chips adalah makanan khas orang inggris. Berbahan dasar kentang goreng dan ikan digoreng tepung. Adapun jenis ikannya berupa ikan cod ataupun ikan haddock.

Menu yang bisa dijadikan makan siang, makan malam ataupun cemilan sore hari ini sangat mudah ditemukan di setiap sudut kota dan desa di Inggris.

Namun tahukah Anda toko fish and chips yang tertua di inggris terdapat di kota Oldham yang merupakan bagian wilayah Manchester. Jika saya sebutkan Oldham pastinya kurang familiar di telingga Anda. Tapi kalau saya sebutkan Manchester, pastilah Anda sudah sangat hafal sekali dengan kota ini. Iya kah?
Ya, benar. Manchester ini terkenal akan klub sepak bolanya, Manchester United dengan kandangnya Old Traford.

Mau tau, sudut lain Manchester? Taukah Anda bahwa di sini ada British Muslim Heritage Centre dengan bangunan gotiknya yang indah. Saya pernah sholat ied di sini loh.. Oiya, tulisan saya inipun telah dibukukan di buku perjalanan “Jelajah Inggris

Toko fish and chips yang berada di kawasan Tommyfield Market ini bernama Levers. Berdiri sejak 1860. Wah, gak pegel tuh, pak? berdiri selama 156 taon? Duduk napa? 😛
Keren ya, eksistensi fish and chips yang satu ini. 156 tahun gituloh!

Tak heran jika toko fish and chips ini disematkan blue plague di dinding depan tokonya. Blue Plague merupakan bangunan yang dicatat negara sebagai sebuah tempat yang memiliki nilai sejarah. Entah itu rumah/bangunan seorang seniman, negarawan, artis, politikus Inggris dan sebagainya. Pokoknya tempat/bangunan tersebut menorehkan sejarah di Inggris. Seperti yang pernah saya tulis di sini:

Aldwyn  Tower yang merupakan tempat tinggalnya Franklin Roosevelt saat tetirah di Malvern Hills.

Fish and chips merupakan makanan cepat saji yang praktis. Kebanyakan toko fish and chips tidak menyediakan tempat duduk bagi pembelinya. Karena biasanya pembeli membelinya secara take away alias dibawa pulang.

Namun toko fish and chips legendaris ini terdiri dari dua bagian yaitu Levers fish and chips dining room yang memuat 60 tempat duduk dan Levers fish and chips take away.

Adapun bungkus dari fish and chips take away sangat khas dan seragam di seluruh penjuru inggris, yaitu dengan menggunakan bungkus kertas. Dulunya sih, dibungkus pake kertas koran. Namun setelah isu kertas koran tak baik dijadikan bungkus makanan karena tinta yang melekat di kertas koran bisa membahayakan tubuh, maka pemerintah Inggris mengharuskan bungkus kertas polos untuk si fish and chips take away tersebut.

Untuk harga fish and chips di Levers ini termurah 90p atau sekitar 19.000 rupiah. Berupa satu cone kentangnya saja. Sedangkan yang termahal, porsi besar, seharga £6,75 atau sekitar 170.000 rupiah. Harga tersebut termasuk: kentang goreng, ikan, peas, roti dan teh.

Namun bagi perut orang indonesia seperti saya, porsi kecil berupa kentang dan ikan saja sudah cukup mengenyankan.

Semua fish and chips dibuat dadakan. Nikmatnya disantap selagi hangat. Kentangnya terasa manis dan ikan gorengnya terasa gurih. Ehmmm….

Oiya, saya makannya di pelataran toko fish and chips Levers yang sengaja disediakan banyak kursi dan meja di bawah naungan tenda permanen yang cukup besar. Sambil memandang ke arah depan, dimana hiruk pikuk pasar Tommyfiel tampak ramai.

Kreasi Menyajikan Makanan yang Unik

Bagi mereka yang sibuk dengan urusan dapur, menyajikan makanan dengan tampilan yang unik sudah menjadi kegandrungan tersendiri. Menggunakan ide kreatif atau kreasi dalam membuat makanan dan kemudian membentuknya, tentu akan membuat jam makan jadi menyenangkan.

Tak hanya itu, penyajian makanan dengan penampilan super lucu dan bentuk berbagai karakter unik ini bakal menarik siapapun yang akan menyantapnya. Tak heran, kreasi ini kini tengah digandrungi oleh para ibu untuk mensiasati kegemaran makan sang buah hati, sehingga si kecil bisa menyantap makanannya dengan lahap.

Tak hanya menarik antusias anak, cara penyajian makanan unik juga mampu menghipnotis kalangan dewasa. Namun tak sedikit pula mereka yang tertarik dengan penyajian makanan unik justru tak mau makan, karena sayang jika apa yang disajikan dalam piringnya itu rusak.

Penasaran seperti apa saja kreasi penyajian makanan-makanan yang terbilang unik tersebut? Sebelum menelusurinya, siapkan saja Kartu Kredit Mastercard Anda ya. Karena siapa tahu ada promo atau diskon saat Anda mengunjungi restoran dengan sajian makanan unik seperti dibawah ini:

  1. Kreasi Sajian Makanan Unik ala Samantha Lee

Gaya penyajian makanan unik pertama datang dari seorang wanita asal Malaysia bernama Samantha Lee. Nama ibu dua anak ini begitu dikenal di dunia maya lantaran kreasi makanannya yang unik, yummy dan cute. Samantha berhasil mengubah makanan dengan tampilan yang super lucu dan membubuhkan berbagai karakter unik di atas piring.

Sebelum membuatnya, Samantha terlebih dahulu mendesainnya di atas kertas. Setelah desain dibuat, ia pun langsung mengkreasikannya sendiri dengan memilih bahan-bahan makanan yang tepat dengan hasil yang luar biasa tertata.

Selain sebagai kegemaran, sajian makanan unik itu ternyata ia sajikan untuk memikat antusias makan kedua putrinya. Dirinya pun berhasil membuat jam makan jadi menyenangkan bagi kedua putrinya. Baca juga : Destinasi Menarik Mencari Jodoh

Kreasinya buatannya tersebut juga kerap  ia unggah di akun Instagram miliknya. Tak heran, kini kreasi makananya itu telah menginspirasi banyak orang, khususnya para ibu yang ingin menyajikan makanan untuk sang buah hati.  Berkat kreasinya itu, Samantha Lee juga berhasil menarik perhatian 737.000 followers di Instagram.

  1. Kreasi Makanan Unik ala Hong Yi

Membuat karya seni dari makanan ternyata bisa menjadi karir. Seorang seniman asal Malaysia bernama Hong Yi berhasil melakukannya. Selama satu bulan penuh, seniman tersebut membuat karya seni dari makanan dengan bentuk yang unik, lucu dan bahkan memotivasi siapapun yang melihatnya.

Beda halnya dengan kreasi Samantha Lee, karya seniman ini lebih mengedapankan desain makanan yang lebih simple dengan tema yang lebih luas. Wanita yang juga berkarir sebagai arsitek itu sukses menciptakan ilustrasi yang super kreatif dan menyenangkan menggunakan bahan atau bumbu makanan sebagai medianya dan piring putih sebagai latar belakangnya.

Satu kreasi makanan menggambarkan suasana kacau di tengah lautan. Gambar lainnya menceritakan sepasang kekasih dengan puluhan balon di genggamannya. Semua itu dibuat dari bahan makanan di atas piring putih. Cantik dan unik bukan?

  1. Kreasi Makanan Unik ala Vanessa Dualib

Kreasi makanan unik dari seniman asal Brasil ini juga tak kalah unik. Vanessa Dualib membuktikan bahwa dengan kreativitasnya, dia mampu mengubah tampilan bahan makanan menjadi karya yang unik. Lihat saja, lobak, kentang, cabai, kacang kapri, ubi dan okrapun disulap menyerupai hewan-hewan lucu nan menggemaskan.

Kreasi ini dibuat dalam proyek berjudul Brincando Com a Comida (Bermain Dengan Makanan). Vanessa menggunakan imajinasinya dan beberapa teknik ukiran untuk membentuk Dinosaurus ubi jalar, terong paus, penyu roti dan lada kalajengking. Rupanya, bentuk sayuran yang unik membuat Vanessa terinspirasi untuk membuat kreasi ini.

Ide Vanessa sebenarnya sederhana, ia hanya menempelkan mata, mulut dan potongan buah dan sayur untuk menampilkan organ tubuh hewan. Dirinya juga memotret buah hasil karya itu dengan angle yang tepat, sehingga kreasinya itu terlihat lebih menarik. Dan hingga kini, total 120 foto kreasi makanan yang unik sudah Vanessa ciptakan dalam kurun 2 tahun. Kreatif ya!  

Itulah beberapa kreasi sajian makanan unik yang berhasil kami rangkum untuk Anda. Nah bicara soal makanan dan mungkin Anda bingung mencari tempat makan yang murah nan lezat untuk keluarga, kunjungi saja Mazel Tov di kota Anda. Disini Anda bisa menikmati lezatnya berbagai makanan Western dan dapatkan diskon 30 persen khusus bagi Anda pengguna Kartu Kredit Bank Mega. Diskon ini hanya berlaku untuk setiap hari Minggu hingga 30 April 2016. Jadi pastikan Anda sudah memiliki Kartu Kredit Bank Mega ya.

Bumbu Rendang Instan Buatan Inggris

bumbu rendang instan di inggris

Pada sebuah Sabtu saya berkesempatan menjumpai seorang Warga Negara Indonesia yang telah lama tinggal di Inggris. Tepatnya di Kota Birmingham. Sekitar setengah jam perjalanan bertemulah saya dengan dia. Tina namanya. Rupanya kami sama-sama orang Sunda. Obrol-obrolpun berlangsung hangat diselingi berbahasa Sunda tentunya.

Sabtu itu Tina buka stand di sebuah pasar kaget yang digelar tiap akhir pekan. Produk yang ia jual adalah bumbu instan khas Indonesia asli. Ada 9 varian yang ia jual. Yang bikin bangga, ia produksi sendiri kesemua produk tersebut. Dari sekian banyak produk tersebut diantaranya ialah: bumbu rendang, bumbu sate, bumbu kari, sambal padang, bumbu nasi goreng dll. Dan dari sekian banyak itu, bumbu rendang adalah yang paling banyak diminati pembeli.

Itu terbukti, di setiap kesempatan berjualan, Tina selalu menyajikan tester alias icip-icip rendang buat para pembeli. Hal ini tentu saja untuk memberikan pengenalan rasa, dan sedikit pengetahuan pembeli baru bagaimana cara mengolah bumbu yang praktis ini.

Pada kesempatan itu, banyak pembeli baru yang merapat ke stand Tina, mencoba, icip-icip, lalu membelinya. Sesi icip-icip ini tak cuman rendangnya saja, tapi juga plus nasinya yang sangat pulen, hangat pulak. Saat itu cuaca agak dingin lagi. Wah, pas deh. Lucunya dari sekian banyak pembeli yang icip-icip seorang pembeli bule, malah tekor nasinya n nyeletuk,
“Enak banget nih nasi, boleh beli gak?” 😛 😛
Mungkin ini kali pertama dia makan nasi pulen. Soalnya orang Inggris kebanyakan makan nasi basmati yang panjang-panjang dan agak sedikit keras. Biasanya dipadupadankan dengan makanan Asia Selatan (IPB = India, Pakistan, Bangladesh) seperti untuk nasi Biryani, nasi mandi dll.

Gak cuman si bule itu aja sih yang jatuh hati sama kombinasi nasi pulen n rendang sapi buatan suaminya Tina ini. Saya dan suami juga 😀 Apalagi suami saya, doi minta nasinya dibanyakin 😛 Yeee… namanya juga tester, seuprit aja keleuss…
Pinter juga nih Tina, pincuk* piring kertas buat testernya dibikin kecil 😀
Yaelah, klo gede mah sebox nasi plus rendang itu harganya £5 atau sekitar 125 IDR itu harga yang biasa saya temukan saat acara bazaar-bazaar orang Indonesia di Inggris.

Eh, apa, tadi bilang yang bikin rendang itu suaminya Tina? 😀
Iya, Tina bilang, yang biasa dapat tugas bikin rendang untuk sesi icip-icip ini adalah suaminya. Keren ya mas bule 😀
Adalah Jeremy, suaminya Tina, yang juga sama-sama membangun usaha pembuatan bumbu khas indonesia ini.

Disela obrol-obrol kami datanglah Jeremy yang ternyata pintar juga berbahasa Indonesia dan sedikit berbahasa Sunda. Lucu aja denger doi ngomong sunda. Menurut Jeremy yang pernah bermukim di indonesia selama 7 tahun, usahanya ini merupakan bentuk memperkenalkan masakan indonesia pada warga Inggris, agar makanan indonesia lebih go internasional.

Menurut Tina, berawal dari kerinduan akan makanan Indonesia, terutama buatan mamanya yang bernama Mama Eti, akhirnya terciptalah bumbu – bumbu olahan masakan Indonesia ini dari dapurnya di kota Birmingham yang tidak hanya untuk keperluannya sendiri melainkan diproduksi dalam jumlah banyak dan dipasarkan ke pelbagai kota di Inggris.

Sampai saat ini rata-rata per minggunya bisa memproduksi 350 toples. Tidak sulit untuk bisa mendapatkan aneka bumbu berlabel Mama Eti’s ini. Karena Tina dan Jeremy melayani pembelian online. Selain itu, produknya inipun tersebar di beberapa toko yang ada di Inggris seperti berikut ini:

  • Birmingham: Beckets Farm  dan Rositers Butcher
  • Stoke on Trent  Brown And Green
  • Essex:  Food Company
  • North East: Latimers Seafood And Deli
  • London: Eat 17 dan Few High End Butchers
  • Warwickshire: Squisito

Dan masih banyak lagi toko-toko kecil yang ada di seputar West midlands area. Di saat mulai akhir musim semi – musim panas – hingga awal musim gugur, Tina-Jeremy sering kali buka stand di segala acara bertema kulineri di berbagai kota di Inggris. Seperti di NEC Birmingham  dan di Pameran Di London Olympia, beberapa waktu yang lalu.

Oiya, mulai Januari 2016 produk Mama Eti’s juga bakal masuk Harrods, London. Tau Harrods kann… hehehe… Nih, artikel saya tentang Harrods ini pernah dimuat di Majalah Female yang keren itu 😉

Harga produk bumbu Mama Eti’s mulai £2,95 – £3,95 (sekitar 60 ribu – 80 ribu rupiah) per toples.

Oiya, untuk memenuhi kebutuhan pelangan dari berbagai kota dan luar negeri, Mama Eti’s juga bisa dibeli lewat Amazon loh. Kamu bisa intip keterangan lengkapnya di sini : http://www.mamaeti.com/

 

Peri-Peri Chicken

Sebagai negara besar, kuliner inggris dipengaruhi banyak cita rasa makanan yang berasal dari berbagai negara. Diantaranya ialah peri-peri chiken (dibaca: piri-piri). Ada dua versi yang menyebutkan asal makanan ini. Konon katanya berasal dari Portugis. Ada pula yang bilang dari Afrika Selatan. Terlepas dari asal muasal resep aslinya, yang jelas rasa piri-piri chiken ini enak sekali. Perpaduan antara pedas dan asam.

Bahan dasar bumbu ini adalah cabe rawit. Itu sebabnya dinamakan piri-piri. Karena menurut bahasa Malawi (Afrika Selatan) piri-piri artinya cabe rawit. Yang menjadikan olahan ayam ini terasa nikmat karena proses perendam bumbu piri-pirinya itu sendiri. Sedangkan proses pemasakannya sangat sederhana. Hanya dibakar saja. Makin lama direndam, makin enak, karena bumbunya makin menyerap. Proses pembakaran juga mempengaruhi hasil akhir.

Meski resep awalnya adalah piri-piri ayam, namun banyak restoran di Inggris yang mengkombinasikan bumbu rendaman ini pada jenis daging lainnya. Seperti pada steak sapi ataupun lamb chop. Apapun dagingnya, hasil akhirnya, sama enaknya.

Cara penyajiannya seperti biasa, ayam piri-piri, kentang goreng, salad. Berlaku juga bagi olahan daging lainnya. Ayam piri-piri sangat digemari, selain karena rasanya, juga karena harganya. Kalau lagi malas masak, saya tinggal beli satu ekor ayam piri-piri saja. Cukup membayar £8.99, udah kenyang deh makan sekeluarga 😀
Harga segitu itu harga di Worcester ya… Maklum, kota kecil, jadi lebih mahal. Kalau di Birmingham ataupun di Bristol, harganya bisa lebih murah dari itu.

Kalau makan di tempat, kita bisa memesan porsi satuan, alias sepiring seorang. Bisa juga seporsi rame-rame. Untuk satu porsi ayam piri-piri seharga £4 ( sekitar 84 ribu), lamb chop piri-piri  seharga £7 (sekitar 150 ribu).

Nah, kalau porsi rame-rame lebih murah lagi. Makannya pun lebih seru. Wadahnya satu, ukurannya gede. Semuanya tumplek di sana. Trus kita comot rame-rame deh dari alas yang gede itu. Harganya pun lebih murah dibanding harga per porsi/ per orang.

Untuk paket keluarga, cukup untuk 4-5 orang, harganya £17 (sekitar 360 ribu). Harga tersebut sudah termasuk ayam piri-piri satu ekor, lima potong sayap ayam, lima potong dada ayam tanpa tulang, nasi berbumbu (kayak nasi goreng gitu), kentang goreng dan salad.

Restoran ayam piri-piri ini banyak terdapat di kota-kota besar, juga kota kecil di Inggris. Sepertinya, pelopor ayam piri-piri di Inggris ini adalah jaringan Resto Na***s. Soal kehalalan, di kota-kota besar jaringan resto N***** itu bersertifikat halal.

Selain jaringan resto N*****, sekarang resto ayam piri-piri lainnya lumayan menjamur dan banyak terdapat di setiap sudut kota. Termasuk di Worcester sekalipun, walaupun kota kecil pake banget 😀

Selama ini, sebanyak resto ayam piri-piri yang saya ketahui dan pernah saya jajal, bersertifikat halal. Penjualnya rata-rata orang Asia Pakistan.

Duh, jadi lapar nih… 😀

N10, N27-Rosmel. 08102015.