La Crêperie De Hampstead Crepes Paling Beken di London

Tau Crepes dong, ya?

Iya, betul. Cemilan serupa pancake tipis asal Prancis ini bisa kita temukan di banyak tempat. Namun, jika anda sedang melancong ke London silakan  cicipi crepes yang berada di Jalan Hampstead. Di sini terdapat kios crepes yang sangat populer. Namanya  La Crêperie De Hampstead. Dinamakan kios karena tempat jualannya menempati sebuah kios sempit dan dinyatakan populer karena crepes ini menjadi ikon wisata kuliner London.

crepes terkenal di london

Penikmat La Crêperie De Hampstead tidak hanya orang lokal saja, tapi juga orang luar kota bahkan luar negeri,  yang tak lain adalah para wisatawan. Saking banyak pengemarnya, antrean pembeli selalu mengular. Terlebih di saat musim panas.

Jajanan pinggir jalan ini tak hanya digemari orang biasa, tapi juga artis – artis dunia. Sebut saja diantaranya: Kate Moss, Mila Kunis, Aston kutcher dan masih banyak artis lainnya yang doyan sama cemilan ini.

Banyak paparazzi pernah memergoki para celeb dunia jajan di La Crêperie De Hampstead dengan penampilan sederhana layaknya warga kebanyakan. Dengan cueknya mereka mengantri lalu makan sambil jalan. Ya, karena tak tersedia kursi bagi pembeli. Maka pembeli biasa memakannya sambil jalan atau sambil berdiri.

Bagi anak muda biasanya makannya sambil kongkow-kongkow di area yang diapit sebuah pub dan cafe ini. Hal tersebut tidak hanya dilakukan siang hari, tapi juga malam hari, terutama di musim panas dan cuaca hangat bersahabat.

Dulu kios crepes ini buka setiap hari. Namun karena satu dan lain hal. Entah karena perijinan usaha yang tidak menempati tempat semestinya atau karena keberatan dari pihak pub yang kebetulan mengambil lahan pelataran trotoar pub tersebut, akhirnya disepakati perubahan waktu oprasionalnya. Bisa dipahami juga sih. Yang saya rasakan kemarin itu, kiosnya La Crêperie De Hampstead berada di trotoar pojok kiri pub. Lah, itu antriannya sampai ke ujung sisi kanan pub tersebut 😀 Kali itu pemilik pub merasa gimanaa.. gituu..

Nah, oleh karena itu, maka jam buka La Crêperie De Hampstead berubah. Jadi, jika kamu bermaksud mencicipi kuliner yang satu ini perhatikan jadwal bukanya: Rabu – Kamis, buka mulai pukul 1 siang sampai pukul 9 malam. Sedangkan hari Jumat hingga Minggu, buka pukul 12 siang hingga pukul 11 malam.

Varian yang ditawarkan La Crêperie De Hampstead sangat beragam. Baik yang asin maupun yang manis. Diantaranya kombinasi crepes isi keju, daging, sayuran dll.

Dari sekian banyak varian, crepes rasa pisang coklat adalah yang paling banyak dipilih pembeli. Pemilihan ingredient yang baik menjadikan rasa crepes ini enak. Dimana coklat chips yang dipakai adalah coklat belgia //

Untuk harganya dibandrol mulai dari £4,5 hingga £6 (tergantung isian crepesnya). Kalau dikurskan berkisar antara 95.000 rupiah hingga 126.000 rupiah.

La Crêperie De Hampstead berjualan sejak tahun 1980. Jadi itu kios sudah berdiri selama 36 tahun, ya? Apa gak cape tuh berdiri? duduk napa? 😀
Buat kamu yang nanti mau melancong ke London n mau mampir ke sini, catat nih alamatnya: 77 Hampstead High Sreet, London. Gak susah ko nyari alamatnya. Patokannya di situ ada pub, ada antrian panjang di depannya, nah itu dia lokasinya. Tapi, lihat jadwal bukanya, ya…. 😉

Waktu kemarin saya beli  crepes La Crêperie De Hampstead ngantrinya mayan bikin pegel euy. Mulai dari penampakan semburat matahari senja hingga matahari tenggelam  😀 lebayyy…. ciyus! liat aja videonya. Waktu mulai antre masih mayan terang. Pas dapat giliran, itu lokasi udah gelap. Jadi maap-maap kalau penampakan videonya agak gelap.

Nah, sambil nunggu ngantre, ya udah, saya iseng-iseng tanya-tanya mas-mas ganteng yang ngantre di belakang saya. Oh, rupanya doi pelajar asal Siprus. Namanya Phaedonas. Mau tau antriannya, crepesnya, dan Phaedonas? eh! 😀
Intip aja videonya di sini:

N10. N39Rosmel. 01012015. Karya perdana di tahun 2016.

Cintai Anaknya, Sayangi Ibunya

Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu ibu mertua saya Ultah nih. Sebagai menantu yang kurang perhatian sama mertua, terlintaslah ingin memberikan sesuatu kepada beliau, supaya beliau senang. Tapi, apa ya kira-kira… ? hmmm..

Oiya, sebelumnya, beberapa hari yang lalu, saya sempat pesan cake ke neng Nhie untuk teman saya yang lagi ada kerjaan di Bandung. Yaudah, saya pun menghubungi lagi si eneng yang pinter pisan bikin cake ini.

Sayangnya, itu dapur produksi yang gak pernah sepi orderan ngak pernah nyetok barang. Alias cake dibikin sesuai pesanan. Mana kita terpaut waktu 7 jam lagi. Indonesia lebih cepet. Jadi, tadinya, saya pikir kalau pesan pagi, sore bisa diantar. Ealah, dasar baru buka mata, dimana jiwa dan raga belum bersatu, perasaan kita dalam waktu yang sama, padahal di indonesia udah siang dong ah. Mana beliaunya lagi ngerjain orderan punya orang lain pulak.

Setelah berhasil dirayu dan sangat profesional banget si eneng ini menyanggupi bikin cake orderan saya nanti malam katanya. Dengan target itu cake dikirim jam 6 pagi keesokan harinya. Wah, jempol deh buat si eneng yang tinggal di Cimohai ini.

Jadi, ya gitu. Hari gini, dunia dalam genggaman. Meski saya tinggal di Inggris, pesan cake di Cimahi untuk diantarkan ke mertua saya di Bandung, bukan perkara sulit. Oiya, ini adalah pesanan saya yang kesekian, sebelumnya, saya juga pernah pesan cake untuk mama saya di sini.

Besoknya, Nhie ngabarin kalau cake udah sampai di alamat tujuan. Setelah saya cek, ternyata mertua sedang terapi ke Garut. Setelah selang beberapa waktu, terhubung, dan beliau baru saja sampai di rumah.
“Tan, ci eyang meni carinakdak… terharu…,“* begitu kata ipar saya 😀
(carinakdak = matanya berkaca-kaca, sunda-red)

Mamah mertua senang, saya juga ikut senang. Selamat ulang tahun, ma! Semoga panjang umur nan barokah, Aamiin.

Dan inilah penampakkan cake pesanan untuk mahmer (mamah mertua – kiri). Sedangkan yang kanan pesanan untuk teman saya (org Jakarta) yang tempo hari datang ke Bandung. Alamat kirimnya ke hotel tempat ia mengenap. So, buat kamu, orang luar kota Bandung, yang lagi berada di Bandung, bisa pesan seperti yang saya lakukan ini.

bolu keju

Cakep kan penampakkannya? Yang kanan itu namanya triple choco pudding cake kalau yang kanan namanya bolu keju gondrong, nama yang aneh 😀
Dikasih nama demikian karena parutan kejunya numpuk panjang-panjang, gondrong gitu deh. Hmmm… yummyy… Saya pesan 4 rasa sesuai dengan yang tersedia. Rasa vanila, pandan, lemon dan green tea.

Deuh, betapa enaknya hidup di jaman serba inet dan serba online shop seperti ini. Gak hanya beli pakaian, beli cake juga bisa sesimple ini. Alhamdulillah. Membahagiakan orang terkasihpun terasa lebih mudah. Selamat ulang tahun, ma. Salam baktos Aa-Osi.

So, buat kamu yang mau ngasih cake kepada orang terkasih, entah itu orang tua, mertua, saudara, teman, kerabat yang di Bandung, ataupun yang sedang berada di Bandung, bisa lakukan apa yang seperti saya lakukan ini. Mudah. Serasa dunia dalam genggaman.

Peri-Peri Chicken

Sebagai negara besar, kuliner inggris dipengaruhi banyak cita rasa makanan yang berasal dari berbagai negara. Diantaranya ialah peri-peri chiken (dibaca: piri-piri). Ada dua versi yang menyebutkan asal makanan ini. Konon katanya berasal dari Portugis. Ada pula yang bilang dari Afrika Selatan. Terlepas dari asal muasal resep aslinya, yang jelas rasa piri-piri chiken ini enak sekali. Perpaduan antara pedas dan asam.

Bahan dasar bumbu ini adalah cabe rawit. Itu sebabnya dinamakan piri-piri. Karena menurut bahasa Malawi (Afrika Selatan) piri-piri artinya cabe rawit. Yang menjadikan olahan ayam ini terasa nikmat karena proses perendam bumbu piri-pirinya itu sendiri. Sedangkan proses pemasakannya sangat sederhana. Hanya dibakar saja. Makin lama direndam, makin enak, karena bumbunya makin menyerap. Proses pembakaran juga mempengaruhi hasil akhir.

Meski resep awalnya adalah piri-piri ayam, namun banyak restoran di Inggris yang mengkombinasikan bumbu rendaman ini pada jenis daging lainnya. Seperti pada steak sapi ataupun lamb chop. Apapun dagingnya, hasil akhirnya, sama enaknya.

Cara penyajiannya seperti biasa, ayam piri-piri, kentang goreng, salad. Berlaku juga bagi olahan daging lainnya. Ayam piri-piri sangat digemari, selain karena rasanya, juga karena harganya. Kalau lagi malas masak, saya tinggal beli satu ekor ayam piri-piri saja. Cukup membayar £8.99, udah kenyang deh makan sekeluarga 😀
Harga segitu itu harga di Worcester ya… Maklum, kota kecil, jadi lebih mahal. Kalau di Birmingham ataupun di Bristol, harganya bisa lebih murah dari itu.

Kalau makan di tempat, kita bisa memesan porsi satuan, alias sepiring seorang. Bisa juga seporsi rame-rame. Untuk satu porsi ayam piri-piri seharga £4 ( sekitar 84 ribu), lamb chop piri-piri  seharga £7 (sekitar 150 ribu).

Nah, kalau porsi rame-rame lebih murah lagi. Makannya pun lebih seru. Wadahnya satu, ukurannya gede. Semuanya tumplek di sana. Trus kita comot rame-rame deh dari alas yang gede itu. Harganya pun lebih murah dibanding harga per porsi/ per orang.

Untuk paket keluarga, cukup untuk 4-5 orang, harganya £17 (sekitar 360 ribu). Harga tersebut sudah termasuk ayam piri-piri satu ekor, lima potong sayap ayam, lima potong dada ayam tanpa tulang, nasi berbumbu (kayak nasi goreng gitu), kentang goreng dan salad.

Restoran ayam piri-piri ini banyak terdapat di kota-kota besar, juga kota kecil di Inggris. Sepertinya, pelopor ayam piri-piri di Inggris ini adalah jaringan Resto Na***s. Soal kehalalan, di kota-kota besar jaringan resto N***** itu bersertifikat halal.

Selain jaringan resto N*****, sekarang resto ayam piri-piri lainnya lumayan menjamur dan banyak terdapat di setiap sudut kota. Termasuk di Worcester sekalipun, walaupun kota kecil pake banget 😀

Selama ini, sebanyak resto ayam piri-piri yang saya ketahui dan pernah saya jajal, bersertifikat halal. Penjualnya rata-rata orang Asia Pakistan.

Duh, jadi lapar nih… 😀

N10, N27-Rosmel. 08102015.

Food Panda, no macet, no wasted time

Jarak lima tahun tidak pulang ke tanah air, Desember kemarin saya berkesempatan mudik ke Bandung. Ya, Tuhan.. Bandung makin sesak saja sekarang. Hal yang paling saya keluhkan adalah muacetnya ituloh. Ampun deh. Lima tahun lalu, memang Bandung suka macet. Tapi sekarang lebih parah lagi.

Rasanya, jika ngak ada urusan yang penting-penting amat mendingan diam ngadem di rumah. Tapi mana mungkin. Mumpung di tanah air, banyak urusan yang harus diselesaikan. Juga menjadwalkan silaturahmi dengan keluarga besar dan teman-teman. Jadi mau tak mau, bermacet ria sudah menjadi konsumsi sehari-hari. Bahkan demi menuju suatu tempat makanpun kami harus bermacet-macet ria.

Tapi mau gimana lagi, terima aja deh. Berakit-rakit dahulu, berenang-renang ke tepian. Bermacet-macet dahulu, makan-makan kemudian. Walaupun berharap keajaiban: makan getuk dan kue pukis, kawan-kawan berdatangan, duduk-duduk manis, makan-makan kemudian. 😀

Buat kami yang tinggal di Luar Negeri, sebelum mudik pastilah sudah membuat daftar wisata kuliner yang harus dijajal. Buat saya, dari sekian banyak target kulineri itu, baso malang salah satunya, glek!

Ngomongin soal baso malang (ini baso malang tapi lahirnya di Bandung loh :D) saya ajak Anda mundur ke tahun 1992. Ada baso malang yang enak di Bandung yang merupakan pionernya, mungkin. Yaitu yang berlokasi di area Mesjid Istiqomah Jalan Citarum. Wuihh.. pada waktu itu pembelinya selalu berjejal.

Seiring waktu, bermunculanlah baso malang lainnya di Kota Bandungku nan tercintah. Salah satunya adalah Baso Malang Karapitan aka BMK (berdiri pada 1995). Dinamakan demikian karena letak resto basonya di jalan Karapitan. Meski buka cabang di mana-mana, tetap saja namanya Bakso Malang Karapitan aka BMK. Sedari dulu, resto baso malang ini memang popular.

Nah, ngomongin BMK, pas liburan kemarin itu, saya serombongan keluarga menyempatkan diri ke BMK untuk bernostalgia. Sekalian nyari HP di BEC, beli buku di Gramedia Merdeka, belanja di BIP dan ada beberapa urusan di daerah Asia Afrika, maka kami memilih BMK yang dibelokkan Merdeka-Aceh.

Nah ini, setelah perjuangan bermacet-macet ria, nyari tempat parkir juga gak mudah. Di Gramedia udah penuh, akhirnya keliling-keliling, dapat parkiran di BIP. Udah gitu, baru deh jalan ke BMK. Mana udah jalan (kaki) seharian (shopping dll), walhasil saya dan kakak ipar gempor, karena salah memakai alas kaki, haknya mayan tinggi, bo 😀

Iparku, sudah kakinya pegel pake banget, trus lecet pula. Sepatu baru, ya sis? 😉 Eh.. memilih BMK di lantai dua pulak! Biar privasi katanya 😛 Beliau udah nyengir-nyengir menghawatirkan gitu :D. Ia sempet telanjang kaki, aka nenteng sepatu kerennya itu bin nyeker. Kepikiran juga untuk beli sendel jepit. Tapi mana ada kios yang jual sendel jepit deket resto BMK yang keren itu 😛

Well, perjuangan mendapatkan semangkuk baso malang itu pun tidak hanya sampai di situ. Kami duduk-duduklah, milih-milih menulah, nunggulah, recok (ribut) pesen ini-itu yang terus berubah-ubah. Selang beberapa waktu, mba waitresnya menghampiri kami. Baru deh pesen.

Sesudah memesan menu pilihan, masih makan waktu juga. Beuh.. lapar nih.. lapar… 😀 Saya liat jam, wah belum magrib. Ya sudah, saya numpang shalat di sana. Ya Tuhan, sekelas gedung megah ini, tempat shalat (karyawan)nya sempit banget, pengap, kotor, panas, di lantai paling atas (atap). Ya sudalah…

Eh, selesai shalat, itu pesanan belum datang juga. Baiklah.

Setelah pesanan datang, gerombolan kami yang asalnya ribut, senyap seketika menikmati BMK yang sedari keluar rumah tadi diidamkam. Akhirnya… setelah sekian lama…

Waktu itu, saya belum kenal Food Panda. Duh! Nyesel banget baru kenal Food Panda sekarang 😀

Food Panda paan sih?
Sini, saya kasih tahu!
Food Panda adalah restoran online.
Restoran online? What?
Heran ya?
Saya juga awalnya heran.
Kirain cuman belanja baju aja yang bisa online.
Ternyata… restoran juga ada yang online.
Ya dong… Food Panda gituloh!

Jadi, Food Panda ini bekerja sama dengan restoran-restoran ternama. Dengan jenis resto/menu makanan yang sangat beragam. Mulai dari makanan cepat saji semacam Burger King hingga kuliner bercita rasa Indonesia asli seperti Ayam Penyet Surabaya. Mulai dari makanan italia seperti Papa Ron’s Pizza, hingga makanan Jepang Celebrity Sushi. Mulai minuman segar seperti es teler 77 sampai cemilan oleh-oleh terkenal Kartika Sari. Wah, pokoknya, buanyak buanget deh ragam kulinerinya.

Kalau mau ngeliat detailnya, kunjungin aja websitenya berikut ini: https://www.foodpanda.co.id/ents/apps, scroll n lihat bagian paling bawah.

Untuk saat ini, Food Panda baru melayani 4 kota besar di tanah air. Yaitu: Jakarta, Bandung, Surabaya dan Bali. Berdoalah semoga besok lusa Food Panda hadir juga di kotamu 😉

Trus, gimana cara pesannya?
Gampang banget!
Nih, tonton deh…

Etapi, sebelum liat youtubenya, sebentar saya ringkaskan dulu.

Jadi, pertama-tama kamu instal dulu aplikasinya. Search aja Food Panda, langsung nongol deh. Hitungan detik, itu aplikasi udah siap dipakai. Trus kamu register. Selanjutnya pilih kota dan areanya. Habis itu, pilih deh restorannya, kemudian pilih juga menunya. Setelah memesan makanan, kamu bisa pilih minta diantar atau diambil sendiri? Pastinya lebih asik dikirim ke rumah dong ya? Kayaknya 99% pelangan Food Panda mengambil opsi ini. Setelah itu isi data diri, termasuk alamat lengkap rumahmu. Setelah itu tentukan cara pembayarannya. Bisa bayar di tempat kok. Udah! Gitu aja! Gampang pake banget, kan?

Jadi, untuk bisa menikmati semangkuk BMK tidak usah Berakit-rakit dahulu, berenang-renang ke tepian. Bermacet-macet dahulu, makan-makan kemudian, seperti kisah drama saya di atas tadi. Duh, masih terbayang aja mimik meringis ipar saya saat menaiki tangga BMK Merdeka. Pegel ya, kaka? 😀 lecet juga ya, kaka? 😛

Dengan Food Panda, mari kita ubah peribahasa di atas tadi. Lagi makan getuk dan kue pukis, kawan-kawan berdatangan, duduk-duduk manis, makan-makan kemudian. 😀

Mengapa begitu?
Ya iyalah..

Proses pemesanannya cepat. Selama menunggu itu kita bisa mengerjakan ini-itu. Semisal pulang kerja capek banget nih. Pulang kerja langsung pesan makanan yang kami inginkan via Food Panda. Selang menunggu pesanan datang, kamu bisa mandi dulu, sholat dulu (di mushola/tempat shalat kita yang bersih, rapi dan harum 😉 ) ngerjain ini-itu dulu. Mandi beres, sholat beres, urusan beres, makanan datang. Asik banget kan?

Dengan Food Panda, kamu bisa menghemat energy, menghemat waktu dan menghemat biaya bensin n parkir juga dong ya…. 😉

Keren gak tuh Food Panda?
Ya keren donggg..
Ayo, instal sekarang aplikasinya!
Atau mungkin kamu udah jadi pelanggan Food Panda? 😉