Polisi Inggris Pake Batik! Hari Batik di Luar Negeri

Meski tinggal di luar negeri, diaspora Indonesia serta mahasiswa-mahasiswi Indonesia yang tergabung dalam PPI Bristol dalam menyambut Hari Batik Nasional sengaja menggunakan pakaian batik dalam sebuah kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 1 Oktober 2016.

Tentulah hal ini sebagai bentuk suport dan rasa bangga sebagai Bangsa Indonesia meski tinggal di luar negeri. Bagi kami, batik adalah identitas diri sebagai orang Indonesia.

Meski tak ada aturan tertulis, namun nyaris 100% diaspora dan mahasiswa-mahasiswi Indonesia yang study di luar negeri (khususnya Inggris tempat kami tinggal) memiliki beberapa baju batik yang biasa dikenakan di acara-acara resmi serta event-event khusus.

Berbondong-bondongnya masyarakat Indonesia yang berkegiatan di St. Werburgh Centre, Bristol dengan menggunakan batik ini menarik perhatian warga sekitar termasuk dua orang polisi Inggris yang saat itu tengah berpatroli.

Merekapun kemudian memasuki gedung tempat kami berkegiatan.

Berbeda dengan Mr. Chai, seorang polisi lainnya yang bernama Mr. Mathew adalah orang Inggris asli. Ketika seorang mahasiswa menanyakan pada Pak Mathew, apakah ia pernah dengar kata “batik”. Ia menggelengkan kepala. Sama sekali tak tahu apa itu batik. Sejurus  itu, Rizal, mahasiswa yang berkuliah di University of Bristol inipun menjelaskan kepada Pak Polisi tentang apa itu batik dan serba-serbinya. Tak lupa kami mempersilakan polisi ganteng ini mengenakan batik yang telah disediakan. Tak disangka, ia merespon sangat baik. Ia suka mengenakan batik yang saya bawa dari rumah. Sampai-sampai Pak Polisi ini gak mau melepaskannya 😀

Published by

Rosi

Rosi Meilani content creator Channel Youtube Rosi Meilani | Citizen Journalist | Guide Jalan-Jalan London & Inggris | Vloger | Blogger | Tinggal di Inggris sejak 2007.

komentar Anda