All posts by Rosi

About Rosi

Rosi Meilani content creator Channel Youtube Rosi Meilani | Citizen Journalist | Guide Jalan-Jalan London & Inggris | Vloger | Blogger | Tinggal di Inggris sejak 2007.

Tiket Gratis All England 2015

Ngak kerasa, rasanya baru kemarin nonton All England di Birmingham (Liputan/hasil tulisanku bisa dilihat di sini, sini dan sini).

Buat saya dan suami, All England adalah sesuatu yang dinanti. Walaupun awalnya saya hanya menemani suami yang gila badminton, lama-lama enjoy juga dengan olah raga ini.

Seperti taun-taun sebelumnya, kami mendapat tiket gretongan dari club badmintonnya suami. Untuk All England kali ini, kami dapat 4 tiket. Untuk Selasa-Rabu, 3 dan 4 maret. Ehm, selalu saja bertepatan dengan hari kerja. Dan selalu saja harus minta cuti seperti taun-taun sebelumnya.

Sayang, karena udah kebanyakan cuti/ijin n emang lagi sibuk juga, walhasil suami hanya dapat ijin sehari doang. Sayang banget tuh klo tiket di tangan harus diangusin.

So guys, sapa mau tiket gretongan All England 2015???….

tiket

Oleh-oleh London

Sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit. Halah, peribahasanya kejauhan. Jadi gini, setiap kali pulang mudik saya selalu ingin berbagi oleh-oleh untuk sanak sodara, walaupun mereka tidak meminta. Kadang yang saya beri pun tak istimewa, tapi tetep aja mereka suka.

Selain pada sanak sodara, saya juga senang memberi oleh-oleh kepada teman. Biasanya berupa, mug, fridge magnet, hiasan dinding, pernak-pernik pejangan lemari, syal dan sebagainya.

Kemarin tuh, pas mudik, oleh-oleh yang saya bawa, lumayan banyak juga. Itu oleh-oleh klo beli sekaligus bisa bikin dompet jebol. Berhubung saya emak-emak yang rajin menabung 😀 maka cara ringan untuk membawa segambreng oleh-oleh adalah dengan menyicilnya.

Salah satunya, waktu kemaren maen ke london, di deket pecinan kan banyak yang jual sovenir tuh. Harga satuan sama harga setengah atau seperempat losin, harganya mayan jauh. Ya udah deh, saya beli setengah losin fridge magnet. Selosin kartu pos dan seperempat halah seperempat, bilang aja 3 biji  scarf.

Jadi begitulah cara saya menyicil oleh-oleh buat dibawa mudik nanti, yang entah kapan itu 😉
oleh-olehInggris

Resensi Buku Sekotak Cinta untuk Sakina

Saat orang tuanya memutuskan untuk memasukan ke pondok, Sakina sedih sekali. Di benak Sakina, yang namanya boarding school/pondok pesantren itu pasti membosankan. Bagaimana mungkin hari-hari tanpa TV, juga smartphone? Padahal ia senang sekali memainkan game dari Iphone-nya itu.

Benar saja, beberapa hari pertama, Sakina muram dan sering menangis. Akhirnya ada kesepakatan antara Sakina dan ayahnya. Setelah enam bulan atau tamat satu semester, Sakina boleh pindah sekolah.

Beberapa minggu berlalu, sedikit demi sedikit Sakina mulai merasa betah. Betapa ibu-ibu guru yang biasa dipanggil umi, bersikap lembut, penuh kasih dan perhatian kepada semua santri. Layaknya ibu sendiri.

Waktu berselang, Sakina merasa lebih dekat dengan alam. Setiap pagi ia saksikan indahnya Gunung Patuha dari balik jendela kamarnya. Sakina memiliki hewan peliharaan, seekor ayam jago bernama Blorok. Sakina juga menikmati permainan tradisional.

Di pondok itu Sakina mengenal Lana. Dari Lana ia banyak belajar tentang hidup. Dari Lana ia mengenal siapa itu Imam Syafi’i. Dari Lana yang sebatang kara ia membuka mata. Dari Lana pula ia mempunyai target hafal Alquran, agar bisa menghadiahkan mahkota cahaya untuk kedua orang tuanya di akhirat kelak.

Novel anak ini memiliki pesan moral yang dalam. Namun disampaikan dengan bahasa dan cara yang ringan. Tanpa terasa menggurui. Keseruan dari bab ke bab terus terjaga hingga di bab terakhir. Endingnya sangat menarik. Silakan tebak, apakah Sakina keluar dari Pondok? ataukah terus bersekolah di sana?

Penasaran kan? makanya buruan merapat ke Gramedia terdekat.

Buku ini cocok buat dijadikan hadiah ulang tahun teman, ataupun hadiah dari ummi abi yang mau memasukkan anaknya ke boarding school/pesantren.

cover sakina

Judul buku      : Sekotak Cinta Untuk Sakina

Pengarang       : Irma Irawati

Penerbit           : Qibla, 2013.

Tebal buku      : 125 halaman

Harga buku     : Rp. 30.000,-

ISBN 10          : 602-249-318-8

Somebody To Love, Kisah Tragis Freddie Mercury (1)

Kemarin tuh, waktu bikin klip Buku Jelajah Inggris, saya nyari-nyari lagu yang pas, apaaa.. gitu ya.. enaknya. Pokoknya yang ada hubungannya dengan Inggris. Tadinya mau lagu kebangsaan Inggris. “Save the Queen”.
Ih, apaan? kata Alba nyengir, saya juga.
Baiklah, beatles? boleh juga. Tapi yang mana? Oh, Hi Jude. Dicarilah itu lagu. Sampe-sampe Alba memainkan Hi Jude dengan ukulele kesayangannya. Ah, tapi, lagunya terlalu slow, walaupun hit, tapi kurang ngebit (halah, gimana sih nulisnya) 😀 kurang rame gitu..

Akhirnya, selain The Beatles, ikon Inggris yang legendaris lainnya ialah Queen. Ya sudah itu saja. Kita tau dong, lagunya ngehits banget pada masanya. Eh, sampe sekarang juga ding. Ngomongin lagu-lagu Queen, sejak SD-SMP, itu si Bohemian Rhapsody dah nyapa kuping. Sampe-sampe suka ikut-ikutan nyanyi   huming, tentu saja karena ngak bisa n gak ngerti basa Inggris. Yang jelas, pas kata “Bismillah … Bismillah…” baru deh yang bagian itu lantang banget.

Waktu berlalu, pas pindah ke sini, 8 taon lalu, Queen menyapa saya kembali. Entah itu lewat TV ataupun radio. Bahkan ada iklan TV yang terkenal n pake lagunya Queen “Don’t stop me now” Like parent, like children. Lucu juga. Banyak hal yang saya sukai di saat anak-anak, pre teen, dialami juga oleh anak saya. Sepertinya, semuanya berulang, dengan generasi yang berbeda. Jadilah si Queen melengkapi koleksi lagu-lagu kami sekeluarga. Baik saat karaoke maupun saat di mobil.

Back to laptop! topik. (pembukaannya panjang amat ya?) Nah, akhirnya dipilihkan lagu “Somebody to love” itu di klip Buku Jelajah Inggris yang saya buat. Dengan alasan tadi.

Cerita lain di balik “Somebody to love”

Tau gak sih kamu? Dibalik kepopuleran seorang Freddie Mercury ia adalah seorang yang kesepian. Harta berlimpah, tapi hatinya kering.

Sadar gak sih kamu? Pas bangun tidur ada orang tersayang di samping kita? Pasangan (suami-istri), anak-anak tercinta? Atau kalian yang masih single, ada ibu yang membangunkan, walaupun agak bawel, ada ayah, ada adik dan kakak, atau mungkin ada nenek kakek.

Buat kamu para ayah yang banting tulang cari uang, rasa lelah itu bisa terbayar oleh tatapan anak istri yang menyejukkan.

Nah, balik lagi ke si om Freddie yang sudah berpulang kepadaNYA akibat AIDS yang dideritanya. Dia begitu kesepian yang amat sangat. Bayangin..

Tiap hari dia bangun dengan hati separuh, hampa, sepi. Kadang ngak bisa bangun. Entah karena lelah hingga kakinya gak bisa  berdiri. Entah implisit menunjukkan gak ada semangat hidup. Trus  doi ngaca n ngomong sendiri.
“Oh Lord.. Ya Tuhaann… hidup gue kok gini-gini amat. Carikan aku kekasih ya Tuhan. Berulang-ulang dia memohon. Aku kerja banting tulang, peras keringat, tiap hari. Akhirnya, kubawa duit dan kuhabiskan sendiri. Dia bersimpuh dan berdoa seraya menangisi diri.

“Cariin gue kekasiihhh….” gitu deh kira-kira rintihan hatinya Om Freddy.  Itu temen-temen si om Freddy yang jadi backing vocalnya sampe menyahut, “Dia pekerja keras,” katanya. Kalo diterjemahin, masih banyak lagi ke-ngenesan hidupnya. Sedih.

Dan yang menyempurnakan lagu ini adalah komposisi musik dan backing vocalnya. Tuh si om Bryan May yang bikin lagu ini tambah menyayat hati. Emang edan melodinya.

Duh, ngenes banget ya nasibnya si om Freddie yang berpulang dalam keadaan tragis. Hampa. Lain kesempatan, saya ingin berbagi kisah tragis om Freddie lainnya.

Buat bapak-bapak yang kadang ngeluh kerja, capek, rudet, Inget! di rumah ada anak istri menanti yang siap mengisi hati dengan segudang rasa sayang.

Bayangin Om Freddy kerja banting tulang, uang banyak, tapi bingung untuk apa? untuk siapa? Tak ada yang mau berbagi hati dengannya.

Pesan moral dari lagu ini ialah, bersyukur dan berbahagialah kalian yang memiliki orang terkasih di sekelilingnya. Ayo, peluk mereka! 

Can anybody find me somebody to love?
Each morning I get up I die a little
Can barely stand on my feet
Take a look in the mirror and cry
Lord what you’re doing to me
I have spent all my years in believing you
But I just can’t get no relief, Lord!
Somebody, somebody
Can anybody find me somebody to love?

I work hard
(he works hard)
every day of my life
I work till I ache my bones
At the end of the day,
I take home my hard earned pay all on my own –
I get down on my knees
And I start to pray
Till the tears run down from my eyes
Lord – somebody – somebody
Can anybody find me – somebody to love?
(He works hard)

Everyday – I try and I try and I try –
But everybody wants to put me down
They say I’m goin’ crazy
They say I got a lot of water in my brain
Got no common senseI got nobody left to believe
Yeah – yeah yeah yeah
Oh Lord
Somebody – somebody
Can anybody find me somebody to love?
Got no feel, I got no rhythm
I just keep losing my beatI’m ok,
I’m alright
Ain’t gonna face no defeat
I just gotta get out of this prison cell
Someday I’m gonna be free, Lord!
Find me somebody to love
Find me somebody to love
Find me somebody to love
Find me somebody to love
Find me somebody to love
Can anybody find me somebody to love?

Itu Om Freddie yang sebelah kanan ya… yang popular tapi kesepian.
Klo sebelah kiri, gak popular, tapi ia dikelilingi cinta dan kehangatan dari orang-orang terkasih di sekitarnya.
Eeeaaaa…. 😛

IMG_6245