Category Archives: inggris dan ceritanya

Dapatkan barang murah, jelang tutup toko

Meski biaya hidup di Inggris amat tinggi, namun kita bisa mencermatinya dengan berbagai cara. Seperti, berbelanja beberapa barang sesuai keperluannya di charity shop ataupun di car boot sale. Satu cara lainnya yang ingin saya bagikan adalah berbelanja jelang tutup toko.

Untuk diketahui, hampir semua jaringan supermarket besar (milik) Inggris, seperti ASDA, Morrison, Tesco dll, memiliki produk makanan yang diproduksi harian. Seperti aneka roti dan aneka makanan jadi (ayam panggang, pie, pasta, dll). Menurut standar penjualan, makanan-makanan tersebut tidak layak dijual esok hari.

Seperti cerita anak saya yang diberi sekantung produk harian suatu cafe (carrot cake, lemon cake, cheese sandwich dan dua scone ukuran jumbo) saat sebelum cafe tersebut tutup. Kemungkinan besar karena makanan-makanan tersebut tidak memakai pengawet dan untuk menjaga kualitas juga tentunya.

Sama halnya cafe, supermarket yang saya sebutkan di atas tadi itupun memiliki standar penjualan yang sama. Dimana semua roti/cake dan makanan olahan harian itu harus terjual/keluar di hari yang sama saat diproduksi.

Jika roti dan makanan olahan tersebut terjual tiga jam sebelum toko tutup tentulah tak ada masalah. Namun setelahnya, produk makanan tersebut mulai dibandrol miring. Setiap supermarket memiliki hitungan waktu yang berbeda, namun rata-rata, produk makanan tersebut dibandrol miring, tiga jam sebelum tutup toko.

Jika setelah dibandrol miringpun belum terjual, maka di satu jam terakhir toko tutup, harga itupun diturunkan lagi. Jika dikira-kita, potongan harga pertama sekitar 70%, potongan harga kedua sekitar 40%. Persentasi itu tentulah tidak mutlak. Tergantung jenis produknya, tergantung supermarketnya, dll.

ASDA Reduced price

Sebagai contoh, harga roti tawar satu loaf 80p, diskon pertama jadi 54p, diskon kedua jadi 35p. Contoh lainnya, ikan salmon, harga awal £5,20, diskon pertama jadi £3,69, diskon kedua jadi £2,80. Mayan banget kan bedanya? Tapi jangan salah ya, meski makanan ini dibandrol murah, namun kualitasnya masih bagus. Rotinya masih empuk, begitupun produk makanan jadi lainnya.

Selain produk harian: roti/cake, makanan olahan yang disebut diatas, produk lainnya yang mengalami potongan harga adalah produk fresh, seperti: sayuran kemasan, daging kemasan, ikan kemasan, makanan instan, dll. Produk-produk makanan yang terakhir ini memiliki masa pajang/masa kadaluarsa. Meski tertera tanggal kadaluarsa namun kualitas produknya kadang masih bagus. Tanggal kadaluarga bukan tanggal terakhir konsumsi. Meski demikian, sebaiknya Anda tidak menyimpan lama barang-barang yang sudah dibeli ini. Dikonsumsi di hari yang sama, atau paling tidak keesokan harinya.

Sama halnya seperti grup makanan pertama, grup makanan kedua inipun mengalami dua kali potongan harga sebelum tutup toko.

Mengenai display tempat, Anda bisa perhatikan di beberapa spot, tergantung supermatketnya sih. Saya ambil contoh, ASDA. Biasanya ASDA meletakkan roti diskonan di rak besi beroda yang bisa dipindah-pindah (apalah namanya itu) dekat pintu masuk. Sehingga langsung tertangkap mata oleh para konsumen.

Untuk display makanan segar biasanya diletakkan di ujung lorong/chiller (apalah namanya itu) dengan strip warna tertentu (biasanya merah) dan bacaan jelas “still fresh – reduced price”

Sedangkan untuk produk daging/makanan olahan harian seperti ayam panggang, pie, pasta dll, menempati tempatnya semula di konter khusus. Sekali lagi, tentunya mengenai spot pojok diskon itu tidak mutlak, tergantung supermarketnya.

Namun demikian, di manapun letaknya barang-barang diskonan ini, ada saya ciri khusus. Ialah lebelnya. Untuk ASDA dan untuk beberapa supermarket, mereka memakai lebel harga berwarna kuning. Mungkin supaya lebih kentara/mencolok.

Setelah tahu hal ini, gimana? apakah Anda akan berbelanja di akhir tutup toko? 😀

Semoga informasi ini bisa berguna bagi emak irits ataupun para mahasiswa yang akan/sedang berkuliah di Inggris.

Kalau bisa mendapatkan harga murah, kenapa juga harus keluar uang lebih? Iya ngak? 😉

Selamat belanja bijak!

NET_CJ Bistrol Indonesian Society

Ini adalah debut pertama saya dalam membuat video Citizen Journalist.
Lokasi : Bristol, Sabtu 25 April 2015

Link tulisannya bisa dibaca di sini: Mewawancara Dubes RI untuk Inggris itu…

Juga bisa di baca di link berikut ini http://www.penulisgoabroad.com/community/bristol-indonesian-society-gathering.

acara bristol indonesian society

 

 

Car Boot Sale, Inggris

Selain toko charity, ada sebuah tempat lainnya di Inggris yang menjual barang bekas. Namanya car boot sale. Berbeda dengan toko charity, car boot sale  tidak menempati toko tapi digelar di lapangan terbuka.

Dinamakan car boot sale karena sejarahnya. Konon, diawal tahun 1970’an seorang pastor berinisiatif menjual barang-barang bekas di car boot atau di bagasi mobilnya. Dimana keuntungan dari penjualan barang-barang tersebut digunakan untuk charity/disumbangkan.

Diawal-awal tahun tersebut banyak orang mengelar acara serupa dengan tujuan non komersil. Namun seiring waktu, konsep berjualan dengan menggelar lapak di bagasi mobil tersebut dikoordinir hingga meluas dengan tujuan komersil.

Sedikit bernostalgia, ajang serupa inipun pernah saya rasakan di tanah air. Bagi ABG Bandung angkatan 45 80’an, nuansa ini bisa dirasakan di kawasan Gasibu/Gedung Sate saat minggu pagi. Duh, tua amat ya yang nulis 😀
Tentu saja Gasibu waktu itu masih lengang tidak segila sekarang macetnya.
Pada saat itu anak-anak mahasiswa berjualan di bagasi mobil mereka. Selain menjadi ajang bisnis, juga sebagai ajang mejeng-mejeng dan ngeceng-ngeceng gitu deh.

Balik lagi ke car boot sale Inggris. Kini, para penjual tersebut tidak lagi memajang barang dagangannya di boot/bagasi mereka. Tapi ditata di meja pajang atau di rumput yang sebelumnya diberi alas. Tentunya, keuntungan dagangannya bukan untuk charity tapi masuk kantong pribadi. Namun ada juga satu dua yang berjualan untuk charity.

Untuk bisa berjualan di sini, para pedagang harus membayar sewa lapak ke pemilik tanah seharga £5. Sedangkan untuk truk diharuskan membayar £7-10 tergantung besarnya kendaraan. Dengan durasi berjualan mulai dari jam 7 hingga jam 2. Di beberapa tempat ada juga yang menggelar car boot sale hingga sore hari. Kebanyakan car boot sale digelar di hari minggu, namun ada juga digelar di hari Sabtu atau hari libur lainnya.

Adapun barang yang dijual di car boot sale ini sangat beragam, sama halnya dengan barang-barang yang dijual di toko charity. Namun harganya lebih murah lagi. Seperti pakaian, perkakas, barang elektronik, bahkan laptop dan lain sebagainya.

car boot sale inggris

Aneka laptop second

Jika dipersentasikan, antara pedagang barang bekas dan baru, sekitar 70-30. 70% berjualan barang second, 30% barang baru. Seperti pakaian, tas, perkakas/perabotan rumah tangga dan lain sebagainya.

car boot sale inggris

Berbeda dengan toko charity, nuansa car boot sale lebih meriah. Selain karena digelar dilapangan terbuka, pembelinya ramai mondar-mandir, juga dimeriahkan para pedagang makanan/minuman, pedagang tanaman, kadang ada pertunjukkan musik indian. Bahkan  di car boot sale skala besar, seperti di Kota Worcester, tempat kami tinggal, dimeriah oleh bouncy castle, agar anak-anak betah berlama-lama. Ada juga penyewaan kuda tugang. Kuda poni maksudnya, alias kuda mini.

Sebetulnya car boot sale dimulai sejak musim semi. Namun puncak ramainya saat musim panas. Tentulah dengan alasan, waktu yang tepat untuk menikmati hangatnya matahari yang sangat dinanti.

Jadi, kadang, ada atau tiada barang yang ditargetkan, pokonya ngarbut aja. Dapat barang syukur, gak dapat juga gak apa-apa. Yang penting bisa berjemur sambil cuci mata.

Charity Shop di Inggris

Toko Charity

Jika Anda jalan-jalan ke Inggris, Anda akan menemukan Charity Shop atau Toko Charity sejejeran dengan toko-toko lainnya. Dinamakan toko charity, karena keuntungan dari penjualan barang-barang tersebut sepenuhnya diperuntukkan bagi kegiatan amal. Bahkan, karyawannya itu sendiri tidak dibayar alias pekerja sukarela. Kecuali level manager saja yang menerima upah. Tentulah sepadan, karena ia yang bertanggung jawab penuh atas keberlangsungan toko yang bergerak di bidang kemanusiaan ini.

Lalu, dari manakah sumber barang-barang yang dijual di toko charity ini berasal? Tidak lain adalah dari sumbangan warga. Jadi memang 95% barang-barang yang dijual di toko ini second hand. Tapi jangan salah, meski demikian, kualitas barang-barang tersebut masih bagus. Karena banyak para donatur ini menghibahkan barangnya dikarenakan bebenah rumah dan mengeluarkan sebagian barang yang sudah tidak diinginkannya, lalu diberikan ke toko charity.

Sedangkan 5%nya lagi merupakan sumbangan dari toko/perusahaan yang gulung tikar. Maka jangan heran jika sekiranya ketika Anda melancong ke Inggris dan menemukan barang-barang 100% baru, bisa jadi barang-barang tersebut hasil hibah dari toko/perusaahaan yang gulung tikar.

Barang apa saja yang dijual di toko charity ini?
Banyak banget ragamnya. Mulai dari pakaian bayi sampai pakaian oma opa. Mulai dari pakaian musim panas yang irit bahan, sampai pakaian musim dingin yang super tebal. Mulai dari barang-barang kecil semisal: buku, mainan, hiasan/pajangan rumah, aksesoris, tas, sepatu, sampai barang-barang ukuran besar seperti satu set meja makan, lemari pakaian, spring bed, kulkas dua pintu, TV dan lain sebagainya.

Sekilas, tidak nampak perbedaan antara toko charity dan toko lainnya. Sama-sama menata barangnya serapi dan semenarik mungkin. Etalase-etalase tokonya terlihat kiclong. Penataan apik menekin, tas, sepatu dan aksesoris lainnya mampu menarik kaki untuk memasuki tokonya.

Mengenai harga, tentu saja barang-barang tersebut dibandrol dengan harga super murah.

Soal kemanusiaan, Inggris memang memiliki rasa berbagi dan kepedulian yang tinggi. Maka tak heran ratusan yayasan kemanusiaan tumbuh subur di negeri ini. Banyak dari yayasan-yayasan tersebut mencari sumber pendapatannya dari toko charity. Strategi yang bagus, kan?

Banyak yang diuntungkan dalam hal ini. Para donatur tidak sulit menyingkirkan barang-barang yang sudah tidak diinginkannya. Toko charity bersenang hati menampungnya. Pembeli senang mendapatkan barang bagus dengan harga murah. Dan yang paling merasakan manfaatnya ialah orang-orang di luar sana yang menerima bantuan/sumbangan dari yayasan-yayasan yang menaungi toko-toko charity tersebut.

Entah itu digunakan untuk mensuport para penderita penyakit tertentu, seperti yang terkena cancer, penyakit jantung, dimensia dan lain sebagainya. Hingga sumbangan ke luar negeri. Seperti ke negara-negara Afrika yang mengalami krisis air, gizi buruk, serta negara-negara yang terkena bencana dan lain sebagainya.

Jadi, charity shop ini adalah sebuah konsep belanja sambil beramal. Semoga di negara kita juga bisa diterapkan, ya? Atau mungkin sudah?

Selain toko charity, ada satu lagi tempat jualan barang yang super murah, di sini.